Mejayan

Empat Hari, Delapan Positif Covid-19

Penularan Pasien Korona Klaster Ponpes Temboro

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Penularan Covid-19 dari klaster pondok pesantren (ponpes) Temboro, Magetan, di Kabupaten Madiun belum ada tanda-tanda berhenti. Kasus positifnya meningkat delapan dalam kurun empat hari terakhir.

Penambahan mulai Selasa lalu (5/5) itu membuat lonjakan pasien dari sebelumnya empat menjadi 13. Sisa satu pasien penularan dari klaster Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. ‘’Dengan adanya tambahan kasus positif ini, penanganan akan lebih intensif lagi,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami Jumat (8/5).

Pada Kamis malam (7/5) dan kemarin ada penambahan dua pasien positif baru. Kedua pasien laki-laki itu kini dirawat di RSUD Dolopo. Pasien pertama berusia 56 tahun warga Desa Kertobanyon, Geger. Dia merupakan bapak dari seorang santri ponpes Temboro yang kini berstatus pasien dalam pengawasan (PDP). Sedangkan satu pasien lainnya warga Desa Sukolilo, Jiwan. Remaja 15 tahun itu adalah santri yang saat dites cepat menunjukkan hasil reaktif. Hasil uji swab-nya juga positif.

Kaji Mbing, sapaan akrab bupati, menyebut, segala upaya penanganan akan dimaksimalkan. Pendekatan emosional terhadap keluarga pasien. Juga penerapan protokol kesehatan di masyarakat. ‘’Kami segera melakukan tracing, juga penyemprotan disinfektan di rumah pasien dan lingkungan sekitarnya,’’ ujarnya.

Bupati berharap masyarakat benar-benar menyadari ancaman korona. Perlawanan terhadap virus itu mesti dilakukan bersama dari seluruh lapisan masyarakat. ‘’Kalau instruksi kesehatan itu benar-benar dijalankan, Covid-19 akan segera berakhir,’’ ucap Kaji Mbing. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close