Ponorogo

Emak-Emak Pedagang Pasar Legi Ponorogo Tuntut Bupati Atasi Mafia Lapak

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Persoalan kavling kios dan lapak di Pasar Legi Ponorogo ternyata belum usai. Rabu (7/4) puluhan pedagang lama pasar tradisional itu kembali berunjuk rasa. Mereka menuntut transparansi pembagian kios dan lapak, penghapusan sistem zonasi, serta pengungkapan dugaan calo jual beli tempat berjualan.

Para pendemo yang didominasi emak-emak itu sengaja mendatangi kantor Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko di Jalan Aloon-aloon Utara. Mereka mengusung poster berisi sejumlah tuntutan. ‘’Kami sudah dua kali menyurati bupati tetapi belum ada respons. Terpaksa turun ke jalan,’’ kata Setyo Eko Wahono, koordinator aksi unjuk rasa itu.

Pedagang lama menagih janji dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdagkum) yang akan memberi prioritas pembagian kios serta lapak. Janji itu diberikan sebelum pedagang direlokasi bersamaan hendak dimulainya pembangunan Pasar Legi, 5 Februari 2020. Apa lacur? Banyak pendatang baru yang hendak mengisi lapak dan kios setelah proyek pasar senilai Rp 133 miliar itu rampung. ‘’Pedagang lama banyak yang belum kebagian jatah. Pembagian kios dan lapak tidak jelas,’’ ungkap Eko. (mg4/hw/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button