Magetan

Ekskavasi Bukit Sepi Angin Tunggu Studi Lanjutan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Ekskavasi menyingkap struktur candi di Bukit Sepi Angin sulit dilakukan tahun ini. Para arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan baru akan melakukan penggalian di situs yang berada di Desa Genilangit, Kecamatan Poncol, itu paling cepat tahun depan. ‘’Karena masih perlu didahului penelitian lanjutan,’’ kata Pahadi, arkeolog BPCB Trowulan, Sabtu (25/9).

Para arkeolog BPCB mengunjungi Bukit Sepi Angin Sabtu sepekan lalu (18/9). Mereka mendata dan meneliti tanah bukit yang dulunya sempat menjadi permukiman warga Genilangit itu. Dari hasil pendataan, rupanya ada sekitar 40 batu berbentuk balok di lokasi yang menyerupai struktur candi. ‘’Seluruh batu yang ditemukan sudah dicatat,’’ ujar Pahadi.

Berdasarkan hasil penelitian, mencuat dugaan bahwa candi yang terkubur di Bukit Sepi Angin luasnya mencapai sekitar 600 meter persegi. Usianya belum dapat diketahui. ‘’Ekskavasi akan menyingkap banyak informasi penting terkait candi tersebut,’’ ungkap Pahadi.

Namun demikian, dia enggan tergesa melakukan ekskavasi di Bukit Sepi Angin. Pihaknya telah meminta dinas pariwisata dan kebudayaan (disparbud) setempat untuk terlebih dahulu melakukan studi. Informasi sebanyak-banyaknya perlu dihimpun dari masyarakat sebagai masukan para arkeolog. Setelah informasi terhimpun, ekskavasi baru dilakukan. ‘’Untuk sementara, kami sudah minta agar pengamanan ditingkatkan,’’ tuturnya. (mg5/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button