Madiun

Eksis sejak Zaman Kapitan Njoo Swie Lian

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Tak banyak catatan sejarah terkait Makam Bongpay. Satu-satunya jalan menelusuri sejarah Bongpay adalah melalui catatan kapitan China Madiun yang bernama Njoo Swie Lian. ‘’Ada indikasi sudah berdiri selama dua abad,’’ kata Ajar Putra Dewantoro, sejarawan di Historia van Madioen (HvM).

Ajar menyebut, catatan sejarah terkait Bongpay sangatlah minim. Pihaknya hanya bisa menelusuri sejarah Bongpay melalui dokumen terkait Njoo Swie Lian. Pria yang sempat diberi gelar Kapitan China itu dipercaya oleh pemerintah Hindia-Belanda sebagai penarik pajak terhadap warga Tionghoa di Madiun.

Lantaran Njoo Swie Lian bertugas sekitar akhir 1.800-an, Ajar menduga Bongpay sudah berdiri sejak saat itu. Pasalnya, warga Tionghoa selalu punya kompleks pemakaman tersendiri. Tidak bercampur dengan makam etnis Jawa. ‘’Dilihat dari sejarah Kapitan China Madiun Njoo Swie Lian, ada indikasi Makam Bongpay sudah ada sejak 1.800-an,’’ ungkapnya.

Hal itu diperkuat dengan cerita turun-temurun dari warga Sambirejo. Ajar menyebut, dulunya Bongpay adalah permukiman. Lantas warga pindah ke wilayah permukiman Sambirejo seperti sekarang ini. Lahan eks permukiman itu kemudian dijadikan makam khusus Tionghoa. ‘’Belum ada bukti otentik. Baru cerita turun-temurun,’’ tuturnya. (den/c1/naz)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button