Pacitan

Eks Kantor DPUPR Cadangan Isolasi, Okupansi Wisma Atlet 36 Persen

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Ruang isolasi wisma atlet nyaris overload. Sebagai antisipasi, Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19 Pacitan telah mempersiapkan bekas kantor DPUPR sebagai cadangan lokasi karantina pasien terkonfirmasi. ‘’Di sana mampu menampung sekitar 40 orang dalam 20 kamar,’’ kata Jubir TGTP Covid-19 Pacitan Rachmad Dwiyanto Senin (12/10).

Lokasi tersebut dianggap representatif. Karena letaknya tidak di kawasan permukiman. Selain itu, pengawasan pasien mudah. Sebab, berada satu atap dengan posko induk TGTP Covid-19. ‘’Tempat itu sebagai antisipasi kalau ada potensi lonjakan kasus baru korona,’’ ujar kepala diskominfo tersebut.

Pihaknya mencatat ada 400 sampel spesimen yang masih menunggu hasil pemeriksaan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya. Jumlah itu belum termasuk 280 spesimen yang akan diambil hari ini. ‘’Walaupun satu atau dua (pasien), tapi karena jumlahnya banyak otomatis tracing kita juga banyak,’’ ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan ruang karantina di wisma atlet saat ini masih mencukupi. Selain di bekas rusunawa tersebut, isolasi juga diberlakukan di RSUD dr Darsono. Rachmad menyatakan, di rumah sakit pelat merah itu tersedia sejumlah kamar yang bisa menampung sekitar 32 pasien. ‘’Okupansi di wisma atlet saat ini 36 persen,’’ sebutnya.

Diakuinya, tidak semua pasien positif asal Pacitan dirawat di wisma atlet atau RSUD dr Darsono. Tercatat 16 pasien terkonfirmasi yang diisolasi di beberapa rumah sakit di Surabaya, Jogjakarta, Malang, Solo, dan Madiun. ‘’Per hari ini (kemarin, Red) juga terjadi penambahan kasus pasien sembuh sebanyak tujuh orang. Sedikit melonggarkan kapasitas kita,’’ ujar Rachmad. (gen/c1/her)

Tiada TPS Tambahan di Wisma Atlet

DATA calon pemilih pilkada dicermati. Termasuk kandidat pemilih yang saat ini menghuni rutan dan rumah sakit. ‘’Kami lakukan identifikasi. Datanya kami pindahkan ke TPS terdekat,’’ kata Ketua KPU Pacitan Sulis Styorini Senin (12/10).

Sebagai tindak lanjut, anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Baleharjo, Pacitan, dan Pucangsewu bakal diperbantukan untuk menghimpun suara di tempat tersebut. Termasuk di antaranya di wisma atlet. ‘’Kalau wisma atlet, mungkin TPS Sidoharjo yang akan digunakan,’’ ujarnya.

Sekalipun coblosan masih dua bulan lagi, namun kesiapan tahapannya telah dirancang KPU. Seperti pemakaian baju hazmat pada tahapan pemungutan suara. ‘’Kami pastikan juga tidak ada TPS tambahan di wisma atlet. Karena jumlah TPS sudah kami tetapkan,’’ terangnya.

Namun demikian, rencana yang sudah disiapkan bisa saja berubah. Saat ini pihaknya masih menunggu skema pencoblosan yang disusun oleh KPU RI. ‘’Tidak menutup kemungkinan petugas KPPS-nya berasal dari petugas medis,’’ sebutnya. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close