MadiunOpini

Ekonomi Usai Pandemi

WABAH Korona memang belum terlihat akan segera menghilang. Sejumlah pakar memprediksinya masih dua sampai tiga bulan ke depan. Bahkan, ada juga yang memprediksi masih sampai akhir tahun nanti. Di kota kita juga menunjukkan tanda yang sama. Ada peningkatan kasus biarpun bukan yang positif. Hingga, Minggu Minggu (3/5) tercatat ada 1.000 orang dengan resiko (ODR) biarpun 699 di antaranya sudah melewati masa pantau dan tidak sakit. Selalu ada penambahan ODR setiap harinya. Itu karena masih ada yang nekat pulang biarpun sudah dilarang.

Pasien dalam pengawasan (PDP) juga bertambah tiga orang. Sekarang jadi 11 PDP dengan 8 terkonformasi negatif dan satu lainnya meninggal dunia. Tiga PDP ini masih menunggu hasil swab test. Semoga hasilnya juga negatif. Artinya, Kota Madiun tetap steril kasus positif Covid-19 sampai saat ini. Sampai ke depannya. Sampai pandemi ini benar-benar menghilang.

Namun, rintangan tentu tidak serta merta usai begitu episode korona ini selesai. Pemulihan ekonomi menjadi tantangan besar pascapandemi nanti. Kita tahu, ekonomi Kota Madiun tengah lesu karena wabah ini. Begitu juga di tanah air, bahkan di dunia. Semua tengah berperang dengan korona. Mengobati yang sakit dan menghentikan penularannya. Cara paling ampuh dengan menjaga jarak. Karena virus ini hanya menular dari manusia ke manusia. Tak heran, kebijakan social distancing dan physical distancing diberlakukan. Makanya, tim gugus tugas kita juga rutin melaksanakan patroli membubarkan kerumunan.

Tim kembali turun ke jalan Jumat dan Sabtu kemarin. Ternyata masih ada masyarakat yang melanggar. Kebanyakan para remaja. Laporan yang saya terima, sejumlah pemuda itu diberi hukuman dengan push-up sebelum dibubarkan. Biar jera katanya. Juga shock therapy bagi yang lain. Razia juga untuk warung makan. Warung memang tetap boleh berjualan dengan tanpa layanan meja, kursi, maupun tikar untuk makan di tempat. Makanan dan minuman yang dibeli harus dibungkus dan dibawa pulang. Warung yang melanggar akan ditutup sementara.

Kebijakan yang diambil memang berdampak pada ekonomi. Pedagang kecil kesusahan bertransaksi. Perusahaan yang lebih besar kebanyakan malah tidak bisa beroperasi sama sekali. Akibatnya, pengurangan karyawan tidak bisa dihindari. Laporan yang saya terima, ada puluhan karyawan kena PHK dan ratusan lain dirumahkan sementara. Sudah saya instruksikan agar mereka juga masuk prioritas penerima bantuan terdampak Covid-19 di Kota Madiun.

Ekonomi benar-benar bak mati suri. Ini harus segera dipikirkan dari sekarang agar dampaknya tidak berlarut dan pemulihan ekonominya makin yahut. Efektif dan cepat. Karenanya, saat relokasi anggaran beberapa waktu lalu, hanya sebagian kegiatan yang dialihkan. Urusan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan yang bermuara pada peningkatan ekonomi tetap berjalan. Tak heran, masih terlihat sejumlah pembangunan di Kota Madiun. Terutama untuk sentra-sentra ekonomi baru ke depan.

Lanjutan pedestrian Jalan Pahlawan tetap dikerjakan. Saat ini, sudah separo jalan lebih. Pembangunan Taman Sumber Umis juga berjalan. Bahkan, musala Kakbahnya sudah jadi dan dapat dimanfaatkan. Pedestrian dan Taman Sumber Umis diprediksi bakal menjadi magnet baru. Mendatangkan banyak orang. Menghadirkan peluang. UMKM akan ada di situ. Satu titik ekonomi berjalan. Saya optimistis titik ini juga meramaikan mal, hotel, dan pertokoan di sekitarnya. Yang dirumahkan bisa segera kembali bekerja. Yang kena PHK, bisa banting setir jadi pengusaha.

Apalagi, ada banyak titik berpotensi ekonomi ke depan. Pembangunan sentra kuliner di Jalan Rimba Darma juga tengah dimulai. Kendati perlahan setidaknya bendera start sudah kita kibarkan. Keberadaan tempat-tempat baru itu melengkapi yang sudah ada. Kita tahu Sunday Market di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun merupakan kawasan ekonomi baru yang sudah jadi. Orang sudah familier dan transaksi jual-beli tercatat meningkat dari tiap minggunya. Sayangnya, Sunday Market harus tutup sementara karena korona. Sentra-sentra ekonomi baru tadi bisa menjadi pelengkap untuk mempercepat pemulihan ekonomi usai pandemi nanti.

Sebagian anggaran pembangunan memang dipangkas pemerintah pusat untuk penanganan Covid-19. Tapi, saya minta beberapa pembangunan yang bermuara pada peningkatan ekonomi tetap berjalan. Kegiatan fisik seperti pembangunan saluran sampai pengaspalan jalan sementara dialihkan. Pemulihan ekonomi usai pandemi nanti harus mulai dipikirkan dari sekarang. Harapannya, ekonomi kita bisa langsung lari kencang begitu pandemi menghilang.

Penulis adalah Wali Kota Madiun Drs. H. Maidi, SH, MM, MPd

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close