Madiun

Efek Jera Pelanggar Lajur Sepeda

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Aktivasi lajur sepeda pertengahan bulan lalu molor. Terpengaruh penerapan one way di pertigaan PB Sudirman-dr Sutomo hingga persimpangan Jalan Bali-Kenari. Seiring perubahan itu, lajur sepeda di jalur tersebut masih difungsikan untuk kantong parkir.

Kadishub Kota Madiun Ansar Rasidi memastikan, sejatinya penerapan lajur sepeda di ruas jalan protokol itu telah berfungsi. Terutama di pagi hari, banyak pengendara yang telah memanfaatkannya. ‘’Tentu akan lebih indah jika pengguna sepeda lebih dihargai keselamatannya,’’ tegasnya.

Untuk menghidupkan fungsi penindakan, dishub menanti aktivasi. Sekalin menanti penataan parkir di jalur one way. Sembari mengedukasi warga agar benar-benar paham dengan aneka perubahan seiring rekayasa satu jalur tersebut. ‘’Kami masih persuasif,’’ katanya.

Begitu lajur sepeda diaktivasi bulan depan, dishub tak menoleransi setiap pelanggaran. Sebagaimana mandat Perda Nomor 37/2018 tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. ‘’Setelah peringatan cukup, baru penindakan,’’ ujarnya.

Pelanggarannya menandai kendaraan bermotor yang menggunakan lajur sepeda, dan masih nekat parkir di lajur tersebut. Lajur sepeda itu membentang sepanjang 2,8 kilometer dengan lebar 2,5 meter. Di seluruh jalan protokol kota terutama jalur yang dilewati sekolah. ‘’Uji coba sudah dilakukan, penerapan sudah dimanfaatkan, untuk penindakan ini yang masing menunggu,’’ tuturnya.

Ada tiga penindakan dan sanksi denda yang berbeda. Mulai penggembosan sebagai peringatan, penggembokan dengan denda Rp 100 ribu, dan derek dengan sanksi Rp 250 ribu. Itu dilakukan untuk menimbulkan efek jera. ‘’Sulit diperingatkan dengan lisan (sosialisasi, Red), harus dilakukan tindakan agar jera,’’ ungkapnya.

Ansar memastikan, seluruh denda bakal masuk khas daerah. Pelanggar tidak akan dapat mengambil kendaraannya sebelum menyelesaikan pembayaran denda. Sistem pembayaran dapat dilakukan online. Diharapkan lajur itu segera dapat digunakan sebagaimana fungsinya. Sebab, jalur tersebut bertujuan untuk melindungi pengguna kendaraan pada tataran terkecil yakni roda dua non bermotor. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button