AdvertorialNgawi

E-Voting Sudah Waktunya Digunakan

Kesiapan Anggaran dan SDM Diperhatikan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana penggunaan sistem pemungutan suara secara elektronik atau e-voting pada pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Ngawi mendapat dukungan dari DPRD setempat. Alasannya, sistem pemilihan e-voting sudah waktunya digunakan. Itu mengingat penerapannya yang tertinggal dibandingkan daerah lainnya. ”Ngawi itu termasuk yang belakang, harusnya sudah sejak dulu,’’ kata Ketua Panitia Khusus (Pansus) I DPRD Ngawi Heru Kusnindar.

Hal itu disampaikan Heru usai memimpin rapat pansus I DPRD yang membahas mengenai rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang perubahan kedua perda kepala desa di ruang banmus Senin malam lalu (16/3). Selain dari DPRD, rapat tersebut dihadiri dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) selaku inisiator dan bagian hukum. Sementara itu, pemungutan secara e-voting sangat menguntungkan. ‘’Pertama biayanya murah, lalu secara akurasi juga lebih tepat dan pelaksanaan bisa lebih cepat,’’ jelas Heru.

Pelaksanaan pemilu melalui sistem e-voting itu mendasar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dulu diajukan bupati Jembrana, Bali. Meskipun kala itu yang diusulkan untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) bukan hanya pilkades. ‘’Kalau di Bali, pemilihan kepala dusun juga sudah dilakukan dengan cara e-voting,’’ tuturnya.

Meski mendukung, namun Heru memiliki catatan yang perlu diperhatikan jika menggelar pilkades serentak tahap ketiga dengan cara e-voting. Pertama, kesiapan anggaran. Kedua, sumber daya manusia (SDM) panitianya. Seluruhnya perlu diperhatikan kesiapannya. ‘’Jadi, kenapa harus dibuat dua opsi (sistem pelaksanaan pilkades serentak, Red), itu karena mempertimbangkan kesiapan beberapa hal tersebut,’’ terangnya.

Jika memang pemkab tidak siap menggelar pilkades serentak dengan sistem e-voting, maka kembali lagi menggunakan cara mencoblos seperti biasanya. Namun, pihak legislatif berharap sistem e-voting itu bisa diterapkan. Apalagi saat ini teknologi juga sudah semakin maju. ‘’Harapan kami (sistem e-voting) sudah bisa diterapkan pada pilkades nanti. Tapi, kembali lagi ke eksekutif, apakah sudah siap anggaran dan SDM-nya,’’ ungkapnya.

Secara regulasi, Heru memastikan pembahasan ranperda perubahan itu sudah klir akhir bulan ini. Sehingga pada April nanti sudah bisa diparipurnakan. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu siapa tim teknis yang akan ditunjuk oleh pemkab untuk mendampingi jika memang pilkades serentak digelar secara e-voting. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button