Madiun

E-Tilang Diterapkan Bulan Depan, Satu Ruas Tiga Kamera Pengawas

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Konsep, mekanisme, hingga tata kerja electronic traffic law enforcement (ETLE) mulai dipertajam. Tinggal selangkah lagi, penerapan e-tilang di Kota Madiun diproyeksikan mulai bulan depan.

Kepala Dishub Kota Madiun Ansar Rosidi menguraikan, penerapan e-tilang setidaknya membutuhkan tiga kamera di satu simpang jalan yang menjadi titik sasaran ETLE. Jika dipasang di simpat empat, sedikitnya membutuhkan 12 kamera. ‘’Jika di simpang lima berarti butuh 15 kamera. Pemasangan menyesuaikan kebutuhan,’’ ujarnya seusai rapat bersama Satlantas Polres Madiun Kota Kamis (12/3).

Tiap kamera mengemban fungsinya masing-masing. Dua kamera di depan untuk memonitor kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat. Sementara satu kamera di belakang untuk menangkap nomor polisi (nopol) kendaraan. ‘’Yang jelas, di setiap ruas jalan atau satu jalur itu ada tiga kamera,’’ paparnya.

Untuk merealisasikan ETLE, pemkot menggelontor anggaran Rp 506 juta. Selain pengadaan sarana prasarana, juga untuk menata sistem di lokasi. ‘’Sekaligus operasional verifikasi dan pemantauan,’’ imbuh Ansar.

ETLE digadang-gadang sanggup memangkas tingkat pelanggaran lalu lintas. Pelanggaran itu berkorelasi terhadap angka kecelakaan. Satlantas Polres Madiun Kota mencatat 450 laka lantas merenggut 45 nyawa di tahun lalu. Triwulan pertama tahun ini terjadi 85 kecelakaan yang merenggut 15 nyawa.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Madiun Kota Ipda Estin Dian Marsasi membeberkan, kemampuan kamera cerdas itu dapat mendeteksi jenis pelanggaran yang kasatmata. Selanjutnya, nopol diidentifikasi lewat database electronic registration and identification (ERI) di Kantor Samsat setempat. Jika didapati pelanggaran, kepolisian akan melihat tingkat kesalahannya. Kemudian mengidentifikasi pemilik kendaraan. ‘’Setelah data awal ditemukan, kami memverifikasi jenis pelanggarannya lalu bersurat kepada pelanggarnya,’’ terang Estin.

Apabila tidak mengindahkan surat tilang yang dikirimkan, pelanggar bakal menerima sanksi. Berupa pemblokiran kendaraan saat proses registrasi dan identifikasi di samsat. ‘’Jika belum memproses tilang, kendaraan tetap diblokir,’’ tekannya.

Estin memastikan ETLE bakal diterapkan utuk seluruh pelanggar yang melintas di wilayah hukum Polres Madiun Kota. Rencananya ETLE diterapkan pertengahan April mendatang. ‘’Jadi, tidak ada uji coba, langsung diterapkan,’’ tegasnya.

ETLE akan mencatat dan menindak setiap pelanggaran yang dilakukan pengendara. Seperti pelanggaran markah jalan, rambu lalu lintas, tidak memakai sabuk pengaman, dan tidak mengenakan helm. ‘’Agar kesadaran pengguna jalan semakin meningkat,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close