Pacitan

E-Retribusi Pasar di Pacitan Mulai Tahun Depan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Memasuki era digital Pemkab Pacitan tidak mau ketinggalan. Rencananya, mulai 2020 akan diberlakukan e-retribusi di 15 pasar yang mendapat surat ketetapan retribusi daerah (SKRD).

Tujuannya, mengantisipasi kebocoran. Pun agar petugas tak lagi repot berkeliling menarik retribusi. ‘’Saat ini kami mulai minta pedagang membuat buku tabungan di bank yang kita tunjuk,’’ kata Kabid Pasar Daerah Dinas Perdagangan (Disperindag) Pacitan Aris Setyadi pekan lalu.

Aris menargetkan, sebelum pergantian tahun, ribuan pedagang sudah membuka rekening semua. Menurut dia, penerapan retribusi online juga mengikuti era modernisasi. Pembayaran langsung lewat autodebet ke rekening kas daerah. ‘’Bisa bulanan bayarnya, atau langsung setahun sekali. Tergantung pedagang,’’ ujarnya.

Dalam pelaksanaannya akan dievaluasi sambil jalan. Sebab, selain pedagang tetap, juga ada pedagang musiman. Selain itu, beberapa pedagang masuk kategori lanjut usia sehingga kesulitan menggunakan tabungan. ‘’Untuk sementara petugas pasar dan pihak bank kami minta proaktif membantu pedagang saat penarikan retribusi,’’ tuturnya.

Meski ada perubahan sistem penarikan retribusi, berdasarkan Perda 10/2018, besaran tarif retribusi tetap. Di Pasar Arjowinangun tetap sama dengan sebelum pasar direvitalisasi. Meski secara umum revitalisasi berimbas pada kenaikan target pendapatan pasar dari Rp 120 juta jadi Rp 166 juta. ‘’Karena penataan pasar baru ini membuat daya tampung juga lebih banyak,’’ jelas Aris.

Suparti, salah seorang pedagang Pasar Minulyo, berharap perubahan tersebut diiringi dengan perbaikan fasilitas pasar, termasuk keamanan. Mengingat beberapa kasus pencurian sempat terjadi dan membuat pedagang resah. ‘’Dulu pernah ada motor hilang, baju dagangan juga pernah,’’ ungkapnya. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close