Madiun

E-Inobus Sanggup Ngacir 18 Jam

PT Inka menjawab tantangan Wali Kota Madiun Maidi untuk menjadikan bus listrik sebagai etalase transportasi perkotaan masa depan. Proyek prototipe perdana yang merogoh Rp 2 miliar itu diberi nama E-Inobus.

……….

PRODUKSI bus listrik menjadi terobosan kali pertama bagi PT Inka. Kelak, setelah diproduksi masal, moda ini diharapkan sanggup memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat modern. ‘’Basic kami kereta, jadi mudah membuat bus berbentuk kereta. Tanpa dukungan Pak Wali, kami tidak akan pernah mampu memproduksi ini,’’ kata Direktur Pengembangan PT Inka Agus Sedaju.

Agus paham, mewujudkan mimpi bus listrik yang familier di masyarakat butuh waktu panjang. Kesiapan produksi masal ditaksir memerlukan waktu minimal delapan tahun. Masalah utama persoalan investasi dan masih langkanya teknologi baterai. ‘’Harga baterai mencapai 40 persen dari harga bus itu sendiri,’’ sebutnya.

Kecanggihan teknologi mutakhir diharapkan mampu memangkas panjangnya waktu persiapan. Apalagi pemerintah pusat telah mengisyaratkan bus listrik bakal dijadikan angkutan perkotaan. Bus ramah lingkungan itu menggunakan baterai berkapasitas 85 kilowatt (kW). Mampu beroperasi hingga 18 jam dengan jarak tempuh maksimal 200 kilometer. ‘’Isi penuh 3-4 jam. Kapasitas bisa disesuaikan kebutuhan,’’ jelasnya.

E-Inobus memiliki keunggulan dibandingkan bus bermesin diesel. Lulusan SMK nantinya mudah mengatasi maintenance. Sebab, bus listrik hanya menggunakan 1.000 part. Berbanding jauh dari part bus mesin berbahan bakar minyak mencapai 240 ribu part. ‘’Keunggulan maintenance mudah, anak SMK bisa cepat diajari,’’ imbuhnya.

Kemudahan perawatan itu, menurut Agus, juga menghemat biaya perawatan. Berbagai keunggulan itu yang menarik Pemerintah Kongo memesan 360 bus listrik untuk urban city di Kinshasa, Ibu Kota Kongo. Belakangan Pemda Bali melirik prototipe itu dijadikan transportasi masal di Pulau Dewata. ‘’Kongo sudah pesan, Pemda Bali sudah tanda-tangan MoU,’’ ungkapnya.

Dalam waktu dekat PT Inka siap memproduksi masal untuk mencukupi kebutuhan transportasi dalam negeri. Bagi perkotaan, bus didesain dengan panjang delapan meter. Sementara kota besar dengan jalan cukup lebar disiapkan bus dengan panjang 12 meter. ‘’Untuk Kota Madiun kami siap lari kencang,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Maidi Naik, Uenak Pol

SENSASI berkendara keliling kota tanpa menguras bahan bakar minyak memantik minat Wali Kota Madiun Maidi. Dia berencana memesan bus listrik dengan desain menyerupai kereta modern untuk transportasi umum ramah lingkungan. ‘’Uenak pol, bus anteng, halus, dan tidak polusi,’’ kata Maidi menuturkan pengalamannya menjajal E-Inobus.

Maidi meyakini karya anak bangsa ini sanggup diandalkan menjadi moda transportasi masa depan. Bus ramah lingkungan ini cocok dioperasikan di perkotaan. Selaras dengan semangat mengurangi dampak polusi. ‘’Inovasi seperti ini sangat dibutuhkan Kota Madiun,’’ ujarnya.

Maidi ingin Madiun menjadi kota pertama yang mengoperasikan bus listrik ini. Sebelum diproduksi masal untuk daerah lain. Sehingga, jika ada kekurangan dalam produksi masih bisa disempurnakan. Mengingat, PT Inka juga berada di Kota Madiun. ‘’Ini inovasi luar biasa,’’ ungkapnya.

Maidi berencana memesan inovasi bus listrik ini dengan desain menyerupai kereta cepat di negara maju. Rencananya bakal difungsikan untuk bus sekolah serta melengkapi paket wisata. ‘’Agar orang semakin bangga masuk Kota Madiun,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button