Madiun

Dwi Hermansah, Bocah Penyandang Disabilitas yang Jago Nyanyi

Difasilitasi Sekolah Kursus Vokal di Tempat Les Musik

Keterbatasan fisik tak menghalangi Dwi Hermansah menekuni dunia tarik suara. Bahkan, kemampuannya berolah vokal sempat berbuah trofi kompetisi musik di Malang.

_______________________________

ASEP SYAEFUL BACHRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

 

Merindukan purnama

Bertahan walau di dalam duka

Bersyukurnyalah kita

Masih banyak yang sayangi kita

LAGU Cinta Satukan Kita milik Judika yang dibawakan Dwi Hermansah itu mampu membuat penonton terharu. Tepukan meriah pun menggema saat Dwi selesai bernyanyi. Pun, sambutan hangat penonton mengiringi langkah siswa kelas VI SLB Manisrejo itu turun dari panggung.

Bakat menyanyi bocah 9 tahun itu terlihat sejak kecil. Lagu-lagu yang dinyanyikan kala itu kebanyakan yang dikenal lewat radio dan televisi. ”Setelah punya handphone sering mendengarkan lagu lewat YouTube,” kata Lina Kurniawati, ibunda Dwi.

Dwi memiliki gangguan pada mata hingga kemampuannya melihat tulisan terbatas. Meski begitu, bocah itu tidak menyerah. ”Dulu dokter mendiagnosis mata anak saya katarak, tapi setelah dioperasi tak ada perubahan,” ujar warga Kelurahan Klegen, Kota Madiun, itu.

Keseharian Dwi lazimnya bocah-bocah seusianya. Pukul 07.00 berangkat dengan kakaknya yang sama-sama bersekolah di SLB Manisrejo. Dwi kelas VI SD, sedangkan kakaknya kelas VII SMP. ”Dwi biasanya kalau latihan sepulang sekolah. Kakaknya menunggu sampai latihan selesai,” jelas Lina.

Sejatinya kakak Dwi juga memiliki vokal yang bagus. Keduanya mewarisi darah seni dari kekek buyutnya yang dulu merupakan seorang dalang. ‘’Cuma, kakaknya kurang pede (percaya diri, Red) dibandingkan adiknya,” sebutnya.

Tahun lalu, untuk kali keempat Dwi ikut kompetisi musik di Malang dan berhasil meraih juara harapan III. Kala itu Lina tak bisa mendampingi putranya lantaran terbentur biaya. ”Mau ikut tapi nggak ada uang, akhirnya saya pasrah ke guru yang mendampingi,” kenang perempuan yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang tambal ban itu.

Kini, Dwi mendapat fasilitas dari sekolahnya untuk mengikuti kursus vokal di salah satu tempat les musik di Kota Madiun. Seminggu sekali seusai sekolah bocah itu berlatih khusus olah suara. ”Semoga nanti Dwi bisa jadi penyanyi profesional,” harap Lina. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close