Pacitan

Dukungan Medis di Lokasi Penangkaran Penyu Minim

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Menyembuhkan penyu terluka butuh tenaga ekstra. Dua penyu malang berjenis hijau (Chelonia mydas) dan sisik (Eretmochelys imbricata) dalam asuhan Konservasi Penyu Pantai Taman di Hadiwarno, Ngadirojo.

Dua satwa purba itu punya kondisi berbeda. Penyu hijau berdiameter 50 sentimeter dan berusia sekitar 30 tahun tersebut tersedot blower PLTU Sudimoro, setahun lalu. ‘’Kala itu terjadi kerusakan blower. Saat dicek ternyata ada seekor yang menyangkut. Akhirnya diantarkan ke sini untuk dirawat,’’ kenang Suyanto, pengelola Konservasi Penyu Pantai Taman.

Hingga Rabu (17/3) bekas luka terkelupas di tempurungnya masih tampak berwarna putih. Diperkirakan penyembuhannya masih lama. Meski penyu hijau itu sudah mampu bergerak normal. ‘’Kalau tempurungnya sudah berwarna hijau lagi barulah sembuh total,’’ jelasnya.

Adapun penyu sisik diantarkan nelayan yang tak sengaja menjaringnya. Penyu berdiameter 70 sentimeter itu usianya ditaksir lewat setengah abad. Sehari-harinya masih tampak lemas, tak banyak bergerak. ‘’Mungkin masih trauma,’’ katanya.

Dukungan medis bagi tempat penangkaran ini masih minim. Setiap ada kiriman penyu sakit hanya dirawat seadanya. Tidak ada penanganan dari dokter khusus. ‘’Penyu yang terluka hanya diolesi obat merah. Kalau sudah sembuh nanti dilepas ke habitat asalnya,’’ tuturnya.

Ada tiga jenis penyu yang dirawat di tempat konservasi ini. Selain hijau dan sisik, juga lekang (Lepidochelys olivacea). Penyu yang terdiri dua ekor lekang, dua sisik, dan satu hijau itu membutuhkan protein tinggi. Dalam sehari diberi makan 6 kilo ikan. Air kolamnya diganti dua hari sekali. Setiap harinya Suyanto berkeliling pantai untuk mengamankan telur penyu. ‘’Dulu biaya operasionalnya bisa mengandalkan tiket masuk. Pandemi ini terpaksa merogoh kocek pribadi,’’ ungkapnya. (mg5/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close