KriminalitasPonorogo

Duh! Tiga Pelajar Nyolong Kotak Amal Masjid

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kenyamanan warga Cepoko, Ngrayun, sepekan terakhir sempat terusik. Penyebabnya, lingkungan tempat tinggal mereka sering disatroni komplotan maling. Sasarannya bukan rumah penduduk. Tapi, kotak amal yang berada di masjid.

Sudah ada tiga masjid yang disasar pencuri. Namun, belakangan keresahan itu mereda. Setelah warga berhasil menangkap para pelakunya pada Selasa lalu (14/1). Namun, semuanya masih di bawah umur. Mereka adalah EYP, 16, warga Sambit; ATF, 16, warga Ngrayun; dan ES, 17, warga Bungkal. ‘’Kepada para pelaku disarankan untuk diversi,’’ kata Kapolsek Ngrayun AKP Suroso Rabu (15/1).

Ketiganya ditangkap di tempat terpisah. Berturut-turut mulai ATF, kemudian EYP dan ES. Selanjutnya oleh warga diserahkan ke Mapolsek Ngrayun. ‘’Mereka ini teman sepermainan,’’ ujar Suroso.

Berdasarkan hasil keterangan yang diperoleh penyidik, para pelaku yang masih berstatus pelajar sekolah menengah atas (SMA) itu kali pertama beraksi di Masjid Al-Ikhlas. Aksi mereka kemudian berlanjut di Masjid Nurul Huda, serta salah satu masjid yang berada di balai Desa Cepoko. ‘’Mereka sudah beraksi sejak Desember 2019,’’ terangnya.

Suroso menjelaskan, modus ketiganya dalam beraksi tidak membongkar kotak amal di masjid. Tapi, kotak amal itu mereka bawa pulang ke rumah. Setelah itu baru dibongkar. ‘’Saat beroperasi ada yang memantau situasi, sisanya beraksi,’’ bebernya.

Adapun uang hasil mencuri kotak amal itu selanjutnya dibagi. Kemudian mereka belikan rokok, bensin, hingga membeli velg sepeda motor. ‘’Total kerugian dari ketiga masjid itu diperkirakan mencapai Rp 1 juta,’’ sebut Suroso. Pihaknya menerapkan diversi terhadap mereka. ‘’Karena masih di bawah umur. Masyarakat juga telah sepakat terhadap keputusan tersebut,’’ imbuhnya. (naz/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close