PolitikPonorogo

Duet Petahana Sesuaikan Dinamika, NasDem Jajaki Cawabup dari Partai Lain

‘’Bisa jadi, posisi cawabup dari partai lain.’’ SYAIFUDIEN DIMYATI, Ketua DPD Partai NasDem Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Partai NasDem mengisyaratkan jalinan kebersamaan Ipong Muchlissoni-Soedjarno berakhir pada Pilkada 2020 mendatang. Kendati sosok Soedjarno pertama kali ’’dijual’’ oleh partai yang diketuai oleh Surya Paloh itu pada Pilkada 2014 lalu. Ada peluang sang wakil yang akan diusung mendampingi Ipong nanti berasal dari partai lain. ‘’Masih belum ada keputusan,’’ kata Ketua DPD Partai NasDem Ponorogo Syaifudien Dimyati.

Soedjarno kali pertama naik ke pentas demokrasi pada 2014. Dia sebelumnya adalah birokrat tulen di Pemkab Ponorogo. Puluhan tahun meniti karir sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Sepanjang karirnya di pemkab, Soedjarno malang melintang di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). ‘’Beliau punya pengalaman yang mumpuni di bidang pemerintahan,’’ ujar politisi yang akrab disapa Udin itu.

Selama lima tahun bersama Ipong, Soedjarno dipandang NasDem telah sukses melengkapi kepemimpinan sang petahana. Kombinasi keduanya dianggap sukses menoreh berbagai kebijakan yang populis. Pun, dalam berbagai kegiatan dan acara, Soedjarno ibarat sosok pelengkap yang siap menggantikan Ipong kapan pun dibutuhkan. Namun, jalinan kebersamaan itu belum tentu berlanjut di pilkada tahun depan. ‘’Masih ada banyak kemungkinan. Semua tergantung dinamika yang terjadi,’’ tuturnya.

Keputusan itu dipengaruhi pendekatan yang coba diterapkan NasDem menghadapi pilkada tahun depan. Kendati punya modal sepuluh kursi di DPRD, NasDem menolak mengusung calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup) sendirian. Mereka berencana menggandeng partai lain dalam mengusung petahana. Karena itulah, posisi AE-2 dijadikan sebagai ruang tawar-menawar dengan partai lain. ‘’Bisa jadi, posisi cawabup dari partai lain,’’ kata politisi yang juga pengusaha kawakan itu.

Pemilihan terhadap cawabup, lanjut Udin, sangat mempertimbangkan chemistry. Bukan sekadar tawar-menawar dengan partai lain. Faktor tersebut tidak boleh dikesampingkan. Sebab, jika menang, Ipong akan lima tahun bersama sang wakil. Atas alasan itu pula, partai menyerahkan keputusan pemilihan cawabup kepada Ipong. Udin mempersilakan partai lain merapat ke NasDem. ‘’Nanti cabup (Ipong) yang berhak memutuskan siapa yang cocok digandeng sebagai cawabup,’’ jelasnya.

NasDem juga tidak secara terbuka berusaha menjaring nama-nama kandidat untuk pendamping petahana. Pasalnya, pihak DPD setempat tidak membuka penjaringan cabup-cawabup sebagaimana dilakukan DPD NasDem di daerah lain. Udin mengklaim, keputusan itu didasarkan pada rekomendasi DPP terhadap mereka. Ponorogo, kata dia, dikhususkan. ‘’Karena calon kami sudah jelas dari kader kami, yaitu Pak Bupati Ipong Muchlissoni. Itu sudah eksplisit,’’ tandasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button