Pacitan

Dua Tradisi Diusulkan Jadi Warisan Budaya

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Tradisi lokal yang telah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda jumlahnya minim. Sampai saat ini baru lima tradisi yang tersertifikasi. Yakni, kethek ogleng, ceprotan, tetaken, ruwatan badut sinampurno, dan brojo geni. ‘’Tradisi pengambilan tirta wening dan wayang beber dalam bentuk artefak sedang kami usulkan,’’ kata Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Pacitan Edi Sukarni Senin (26/10).

Dia mengungkapkan pentingnya sebuah tradisi ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda. Tak lain agar tradisi tersebut tidak diklaim oleh daerah lain. Meski begitu, terdapat syarat yang mesti dipenuhi. Seperti ada nilai yang diwariskan. Lalu, tradisi tersebut sudah lama atau minimal dua tahun, serta rutin digelar. ‘’Karena jika hanya dilakukan secara insidental, tim pengkajian akan kesulitan,’’ bebernya.

Pihaknya memastikan Pacitan kaya akan tradisi budaya. Bahkan, hampir seluruh desa mempunyai satu tradisi yang dilestarikan. ‘’Kami terus berusaha mengajukan banyak tradisi untuk dijadikan sebagai warisan budaya tak benda. Tujuannya agar tidak diakui daerah lain,’’ tandasnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button