AdvertorialMejayan

Dua Tahun Kepemimpinan Bupati Madiun Ahmad Dawami-Wabup Hari Wuryanto

Empat Kegiatan Prioritas Tuntas

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Jalan Muneng-Kenongorejo, Kabupaten Madiun, kini nyaman dilewati pengendara. Ruas itu mulus dari sebelumnya bergelombang. Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) telah meningkatkan konstruksinya menjadi beton bertulang atau rigid.

Selain Muneng-Kenongorejo, DPUPR juga me-rigid beton Jalan Ngepeh-Tulung dan Garon-Sogo. Total peningkatan konstruksi ketiga ruas jalan itu sepanjang 11,7 kilometer. ‘’Termasuk program prioritas dalam dua tahun kepemimpinan Bupati Madiun Ahmad Dawami dan Wakil Bupati Hari Wuryanto,’’ kata Kepala DPUPR Kabupaten Madiun Gunawi.

Gunawi mengatakan, kondisi jalan mulus menjadi prioritas bupati. Sebab, memengaruhi kecepatan pertumbuhan ekonomi. Hingga Desember 2019, kondisi jalan berstatus baik sepanjang 381,327 kilometer. Atau 51,32 persen dari total panjang keseluruhan 743,020 kilometer (selengkapnya lihat grafis). ‘’Yang sudah aspal hotmix 39,15 kilometer,’’ ujarnya.

Kegiatan prioritas yang selesai tepat waktu adalah pembangunan gedung Padepokan Kampung Pesilat. Mulai gedung utama, tempat parkir, pagar keliling, hingga pos jaga. Bangunannya terdiri kantor sekretariat 14 perguruan silat di Kabupaten Madiun. ‘’Sebagai tempat berkumpul, menjalin silaturahmi, dan menjaga kerukunan,’’ tutur Gunawi.

Perbaikan Jembatan Patimura, Desa Bajulan, Saradan, yang rusak diterjang banjir April tahun lalu tidak kalah prioritas. Rehabilitasi infrastruktur itu terbilang mendesak menilik waktunya mendekati momen mudik Lebaran. ‘’Penanganan darurat bisa diselesaikan tepat waktu. Jembatan bisa digunakan dan tidak mengganggu arus mudik,’’ paparnya.

Gunawi menambahkan, pihaknya terlibat penanganan pascabanjir besar Maret tahun lalu. Lima anak sungai sepanjang 5,8 kilometer yang mengalami pendangkalan dan penyempitan dinormalisasi. Sendangrejo yang terpanjang dengan tiga kilometer (lihat grafis). ‘’Kami berupaya meminimalkan dampak banjir,’’ ucapnya.

Bupati, lanjut Gunawi, menekankan bahwa pembangunan fisik tidak boleh berhenti meski pandemi Covid-19. Tujuannya menyerap tenaga kerja sesuai amanat program nasional pemulihan ekonomi. Dalam perubahan APBD (P-APBD) 2020, pihaknya mengerjakan proyek pedestrian di kawasan Caruban. Totalnya sepanjang 4,5 kilometer. Lebarnya dua hingga tiga meter. ‘’Kami buat agar pejalan kaki aman dan nyaman,’’ tandasnya. (den/c1/cor/ip)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close