Madiun

Dua Sensor Tubruk Belum Bisa Tertebus

Bronto Butuh Kernet hingga Tahun Depan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penggantian dua sensor tubruk mobil pemadam kebakaran (damkar) Bronto Skylift F55RLX yang rusak harus menunggu setahun lagi. Sebab, untuk menebus peranti tersebut saat ini, Pemkot Madiun belum menganggarkan. Sejatinya, teknisi dari Finlandia telah membawa alat itu saat melakukan pengecekan rutin Selasa (14/1). ‘’Masih menunggu anggarannya,’’ kata Kasi Pemadam Kebakaran Satpol PP Kota Madiun Anang Dwi Sulistianto.

Anang kesulitan meyakinkan pihak yang berwenang menentukan anggaran untuk mengganti dua sensor tubruk yang rusak itu. Sehingga harus menunggu hingga 2021 nanti. Pihaknya telah mendapat penawaran harga untuk dua sensor tersebut. Yakni, Rp 44 juta. ‘’Nominal angka tersebut bisa berubah sesuai nilai tukar rupiah terhadap dolar,’’ ujarnya.

Kerusakan itu ditemukan Pletonenn Markku, teknisi asal Finlandia, dan Budhi Pilianda, perwakilan Bronto Skylift Finlandia di Indonesia, pada 20 November 2019 lalu. Dua sensor itu berada di bagian kanan. Akibatnya Bronto tidak mampu mendeteksi objek di sisi kanan. Fungsi sensor tubruk untuk menghentikan sistem ketika hendak bertabrakan dengan benda keras.

Meski begitu, Bronto masih dapat beroperasi normal. Mobil damkar yang dilengkapi tangga setinggi 55 meter tersebut masih dapat digunakan. Hanya, butuh kehati-hatian operatornya. ‘’Masih bisa untuk melakukan pemadaman maupun evakuasi korban di ketinggian. Hanya perlu kernet untuk mengganti fungsi dua sensor yang rusak,’’ selorohnya.

Sementara itu, kunjungan pihak Bronto kemarin selain menawarkan penggantian dua sensor tubruk yang rusak, juga melakukan pengecekan rutin gratis. Jyrki Jantunen, teknisi asal Finlandia, didatangkan untuk mengecek kelistrikan, sistem, hingga fungsi gerak Bronto yang dimiliki Kota Madiun sejak 2016 itu. (mg3/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button