Madiun

Dua Sekolah Dibobol Maling, Puluhan Unit Komputer Raib

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Dua lembaga pendidikan di Kabupaten Madiun dibobol maling. Puluhan unit komputer di SMPN 1 Kare dan SMAN 1 Wungu raib. Kerugian total diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. ‘’Saya tahu setelah mengintip ruang komputer dari jendela,’’ kata Suryanto, seorang pekerja di SMPN 1 Kare, Jumat (28/5).

Rabu (26/5) sekitar pukul 11.30, Suryanto hendak mengambil alat pel di sekitar ruang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) alias laboratorium (lab) komputer di SMPN 1 Kare. Tak sengaja dia melihat gembok ruangan itu tidak terkunci meski pintu masih tertutup. ‘’Saya dan adik saya yang juga bekerja di sini penasaran lalu nginceng,’’ ujarnya.

Sebuah tangga diambil untuk menjangkau jendela ruang TIK yang cukup tinggi. Mata kedua pekerja itu terbelalak saat melihat kondisi ruangan yang kosong melompong. Tidak ada komputer sama sekali. Hanya meja-meja kosong dan beberapa keyboard. ‘’Kami langsung memberi kabar kepada kepala sekolah,’’ tuturnya.

Waka Kurikulum SMPN 1 Kare Gatot Sumardjono menyebut 25 unit komputer hilang. Dia menaksir total kerugian sekitar Rp 162 juta. ‘’Kemungkinan hilangnya Selasa malam (25/5) karena Senin (24/5) masih ada. Kemudian Rabu (26/5) libur (Hari Raya Waisak). Jadi, yang tahu pertama tukang yang bekerja di sini,’’ ungkapnya.

Gatot menyebut, ada penjaga sekolah yang berjaga pada malam hari. Kondisi pintu laboratorium juga baik-baik saja alias tidak rusak. Sementara gembok pintu yang rusak masih tercantol pada pengaitnya kendati tidak terkunci. ‘’Kejadian ini sudah kami laporkan ke polsek setempat,’’ ujarnya.

Mendengar kabar ini, lembaga pendidikan lain pun waswas. SMAN 1 Wungu, salah satunya. Pihak sekolah langsung mengecek ruang lab komputer, Rabu malam (26/5). Ternyata, komputer di sekolah tersebut juga amblas. ‘’Dengar kabar itu, saya langsung minta cek laboratorium. Ternyata 11 komputer di satu ruangan hilang. Gembok pintunya dicongkel,’’ kata Kepala SMAN 1 Wungu Budi Hartoyo.

Budi juga menduga aksi pencurian pada Selasa malam (25/5). Kendati ada penjaga malam di sekolah itu. Pencuri diperkirakan masuk lewat belakang sekolah yang berbatasan dengan lahan persawahan. ‘’Seluruhnya komputer bantuan provinsi 2019. Sekitar Rp 78 juta kerugiannya. Sudah kami laporkan ke polisi,’’ ujarnya.

Kasatreskrim Polres Madiun AKP Ryan Wira Raja Pratama membenarkan dua kasus pencurian komputer di dua sekolah itu. Olah tempat kejadian perkara (TKP) sudah dilakukan di dua lembaga pendidikan yang sama di Jalan Wungu-Kare tersebut. Sejumlah barang bukti diamankan dari TKP. ‘’Laporan kami terima, sudah ditindaklanjuti. Saat ini dilakukan penyelidikan lebih lanjut,’’ kata Raja. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button