Pacitan

Dua Puskesmas di Pacitan Lockdown Rawat Inap

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Ibarat lampu, satu per satu layanan kesehatan di Pacitan padam. Setelah IGD RSUD dr Darsono tutup dua hari terakhir (kemarin telah dibuka kembali), giliran Puskesmas Kebonagung dan Sudimoro menutup layanan rawat inapnya.

Kepala Puskesmas Kebonagung Agus Subiyanto mengungkapkan, enam perawat di lingkungan kerjanya terpapar korona. Seluruhnya bertugas di ruang rawat inap. Terdiri empat perawat inti serta dua cadangan. Mau tak mau unit layanan itu ditutup sementara. ‘’Enam perawat itu sudah memangkas satu setengah sif. Kalau rawat inap kita paksa buka, akan mengganggu pelayanan lain,’’ ujarnya, Kamis (8/7).

Selama penutupan sementara, tiap pasien yang memerlukan rawat inap langsung dirujuk ke RSUD dr Darsono. Toh, angka rawat inap di puskesmas ini tidak terlampau tinggi. Dalam sehari berkisar dua pasien. ‘’Rawat inap lebih banyak kosongnya. Karenanya kita berani menutup sementara,’’ ungkapnya.

Kerja garda terdepan Covid-19 memang paling riskan. Saat ini pun mereka ditugasi skrining potensi penularan di masyarakat. Sekaligus mendorong percepatan vaksinasi. ‘’Untuk percepatan vaksinasi saja kita juga kerahkan sebagian tenaga rawat inap untuk membantu,’’ jelas ketua IDI Pacitan itu.

Plt Kadinkes Pacitan Hendra Purwaka menambahkan, lockdown rawat inap juga diterapkan di Puskesmas Sudimoro. Penyebabnya sama, hanya berapa jumlah nakes yang terpapar belum dirinci. ‘’Ada beberapa nakes yang tertular virus. Jadi, (Puskesmas Sudimoro) ditutup sementara sambil di-tracing,’’ tuturnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button