Pacitan

Dua Proyek Jumbo Mandek Separo, Anggaran Pembangunan Dikepras Korona

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pembangunan jembatan Gunungsari dan kantor kelurahan Pacitan tahap III molor. Sesuai rencana, dua pekerjaan fisik itu ditarget tuntas akhir tahun ini. Namun, kebijakan penyesuaian anggaran untuk penanganan korona menyebabkan dua proyek senilai Rp 12,9 miliar itu mandek.

Kepala DPUPR Pacitan Edy Junan Ahmadi mengaku pihaknya terimbas refocusing anggaran hingga empat kali. Kebijakan itu berdampak pada mandeknya pengerjaan jembatan Gunungsari dan kantor kelurahan Pacitan pada progres 50 persen. ‘’Sekitar 100 proyek kecil seperti jalan, jembatan, dan sumber daya air juga tidak bisa lanjut,’’ kata Junan Rabu (11/11).

Seluruh pekerjaan bersumber dari dana alokasi khusus dan dana alokasi umum. Nilainya mencapai Rp 106 miliar. Namun, seiring berjalannya waktu, anggaran dilakukan penyesuaian untuk penanganan korona, ‘’Terjadi penurunan sekitar 50,85 persen. Jadi, tinggal sekitar Rp 52 miliar,’’ ujar mantan kepala dinas cipta karya, tata ruang, dan kebersihan (DCKTRK) itu.

Selanjutnya, sisa dana dialokasikan untuk memperbaiki jalan, pipanisasi, dan sanitasi. ‘’Sementara pada akhir tahun anggaran ini kami mendapat DID (dana insentif daerah, Red) dan DAK (dana alokasi khusus) dikembalikan. Sehingga, bisa untuk meng-cover kegiatan prioritas,’’ terangnya.

Junan mengungkapkan, sejumlah proyek yang mandek tahun ini bakal dieksekusi kembali pada 2021 dengan proyeksi anggaran mencapai Rp 93 miliar. ‘’Yang jelas, dengan dana tersebut belum bisa menyelesaikan seluruh pekerjaan yang tertunda,’’ ungkapnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button