Pacitan

Dua Petugas KPPS Stres

PACITAN – Faktor kesulitan ekonomi acap mengakibatkan beban pikiran menumpuk. Ujungnya menganggu kesehatan jiwa sesorang. Mulai emosional hingga stres. ‘’Banyak gejalanya, seperti pusing, gangguan tidur, mengigau dan lainnya,’’ kata Endang Soekartiningsih, psikiatris RSUD dr Darsono Pacitan, kemarin (2/5).

Endang mengungkapkan pasien gangguan kejiwaan cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Sepanjang Februari lalu pihaknya mencatat 283 pasien dengan keluhan stres. Sementara Maret meningkat jadi 303 pasien. Meski sebagian besar pasien rawat jalan yang wajib kontrol enam bulan terakhir. ‘’Ini memang jenis penyakit yang tergolong kronis. Munculnya gejala juga bertahap,’’ ujarnya sembari menyebut kesadaran pasien memeriksakan diri juga meningkat.

Menurut Endang, mayoritas karena masalah ekonomi. Sebagian lainnya karena masalah asmara dalam rumah tangga. Sehari jelang rekapitulasi suara Pemilu 2019 lalu, dia juga menerima dua pasien petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang mengeluh gusar dan mengalami gangguan tidur. ‘’Satu pasien lama dan satu lainnya baru. Keluhan keduanya sama, susah tidur akibat tekanan pemilu,’’ paparnya.

Meski hanya gangguan tidur, namun hal tersebut tak bisa disepelekan. Dia menamabahkan, gangguan jiwa berat berawal dari stres ringan seperti gangguan tidur. Pun pusing, nyeri lambung hingga halusinasi menjadi tahapan lanjut yang biasa dirasakan pasien gangguan jiwa. Dia menyarankan masyarakat segera memeriksakan diri bila mendapati tekanan mental berlebih. ‘’Yang kami tangani kebanyakan karena cemas dan depresi, lansia paling banyak,’’ tambah Endang.

Umumnya, lanjut Endang, pasien baru sulit membuka diri dan menyadari masalah yang dihadapi. Sehingga, proses penanganan butuh waktu lama. Pun lantaran faktor ekonomi banyak pasien dari kalangan menengah ke bawah. Sehingga, pihaknya jarang merujuk untuk berobat ke luar daerah. Sebab, justru bakal membebani ekonomi pasien. ‘’Obat stres itu sebenarnya cuma satu, ikhlas,’’ pungkas Endang. (gen/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button