Pacitan

Dua Perawat RSUD Pacitan Kena Pukul

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Dua perawat ruang isolasi pasien Covid-19 RSUD dr Darsono Pacitan mendapat perlakuan kasar oknum keluarga pasien. Mereka dipukul hingga lebam di beberapa bagian tubuh. ‘’Sedih tentu. Kami ingin memberikan perawatan yang baik, tapi malah seperti ini,’’ kata T, salah seorang korban, Kamis (25/2).

T mengungkapkan, kejadian tidak menyenangkan itu terjadi Rabu dini hari (24/2). Saat itu dia dan seorang rekannya jaga malam di ruang isolasi Sooka. Jelang subuh, mereka mendengar teriakan histeris dari salah satu kamar pasien. ‘’Ketika kami periksa, pasien sudah meninggal dunia,’’ ujarnya.

Dia menduga, saat itu penunggu pasien langsung melapor ke keluarganya. Tak berselang lama, keluarga pasien datang. Salah seorang perempuan tiba-tiba histeris. Bahkan syok dan lemas. Seorang tenaga medis coba menolongnya. Namun, perempuan itu malah mengamuk. ‘’Saya yang mau menolong juga kena pukulan,’’ beber perawat laki-laki itu.

Akibat kejadian tersebut, beberapa bagian lengannya lebam. Kejadian tersebut baru kali pertama menimpanya. Hingga membuat dia dan rekannya syok. ‘’Kalau kata-kata kasar sudah biasa kami terima. Baru kali ini dapat tindakan kekerasan,’’ ungkapnya.

Direktur RSUD dr Darsono Pacitan Iman Darmawan membenarkan kejadian yang menimpa dua pegawainya tersebut. Rencananya, mereka bakal mendapat pendampingan. Iman tidak ingin kejadian tersebut berlanjut ke ranah hukum. Sebab, kedua perawat ikhlas dan legawa atas kejadian tidak menyenangkan itu.

Namun, pihaknya berencana memediasi dua belah pihak. Dia menyayangkan kejadian tersebut. ‘’Mungkin dalam waktu dekat akan kami mediasi, sengaja tidak kami lakukan visum,’’ jelas Iman. (gen/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button