Madiun

Dua Minimarket Pagotan Tamat

Izin Segera Habis, Langgar Perda 2/2019

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Eksistensi minimarket di utara Pasar Pagotan, Geger, Kabupaten Madiun, segera berakhir. Izin usaha toko modern itu diketahui habis dalam waktu dekat. Dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdakop-UM) meminta sang pemilik angkat kaki.

Sebab, lokasi usahanya melanggar Perda 2/2019 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Jaraknya kurang dari 500 meter dari pasar tradisional. ‘’Jarak keduanya sekitar 100 meter dari Pasar Pagotan,’’ kata Kabid Perdagangan Disperdakop-UM Toni Eko Prasetyo Rabu (26/2).

Toni perlu membuka arsip untuk memastikan periode izin dua toko modern itu. Hanya, minimarket tersebut telanjur berdiri pada masa belum ada regulasi yang mengatur keberadaan toko berjejaring. Pihaknya tidak bisa menoleransi karena saat ini regulasinya sudah ada. ‘’Tidak akan ada perpanjangan karena jaraknya terlalu dekat dengan pasar tradisional,’’ ujarnya.

Dalam Perda 2/2019, ketentuan lokasi bukan hanya mengatur jarak dengan pasar tradisional. Melainkan juga jarak antara minimarket satu dengan lainnya. ‘’Harus berjauhan 500 meter,’’ kata Toni.

Toni membeberkan pertimbangan memperketat aturan jarak minimal. Adanya minimarket berpengaruh bagi perekonomian pasar tradisional. Dalam hal stok barang, misalnya. Toko modern punya stok lebih banyak ketimbang pasar rakyat. Pembeli merasa punya jaminan memperoleh apa yang dicari.  ‘’Faktor kenyamanan dan kelengkapan juga berpengaruh. Meski lebih mahal, pembeli akan condong ke yang modern,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close