Ponorogo

Dua Kelompok Massa Berbeda Demo Bawaslu Ponorogo

Mapil Tuding AMPBB Intervensi

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Dalam sehari Kamis (5/11), sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) didemo dua kelompok massa. Sekitar pukul 09.00, Aliansi Masyarakat Peduli Pilkada Bersih (AMPPB) menuntut Bawaslu memproses laporan dari pasangan calon (paslon) Sugiri Sancoko-Lisdyarita. ‘’Kinerja Bawaslu setengah hati,’’ tuding Didik Hariyanto, perwakilan AMPPB.

Aksi seratusan massa AMPPB membentangkan poster bernada protes. Didik mengklaim menyuarakan ketidakadilan Bawaslu. Banyak laporan sudah mereka layangkan ke Bawaslu, namun tidak ditindaklanjuti. ‘’Mereka tidak merespons laporan kami,’’ teriak Didik dalam orasinya.

Salah satunya, laporan paslon Sugiri-Lisdyarita atas dugaan pelanggaran pilkada paslon Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono. Namun, Bawaslu hanya memeriksa Engky Bastian alias Eba selaku pelapor. ‘’Seharusnya Pak Sugeng Hariyono (ketua tim pemenangan Sugiri-Lisdyarita, Red) juga diperiksa sebagai saksi, bukan hanya kurir surat (Eba). Jadi tidak nyambung. Ini contoh ketidakprofesionalan Bawaslu,’’ sergahnya.

Sekitar pukul 09.30, AMPPB meninggalkan lokasi. Mereka tidak sempat beraudiensi dengan pihak Bawaslu. Siangnya, sekitar pukul 13.00, ganti puluhan massa Masyarakat Pencinta Pilkada (Mapil) berunjuk rasa. Mereka juga membentangkan poster dan berorasi. Mapil menuntut Bawaslu independen. ‘’Kami ingin Bawaslu bekerja sesuai amanat konstitusi,’’ kata Pujiana, aktivis Mapil.

Menurut Pujiana, kinerja Bawaslu jadi sorotan. Termasuk dari AMPPB. Itu, tuding dia, merupakan bentuk intervensi yang dikhawatirkan dapat memecah konsentrasi Bawaslu. ‘’Akhir-akhir ini intervensi menguat. Indikasinya, banyak yang membangun isu seolah ada pihak yang dizalimi Bawaslu karena laporannya tidak diproses,’’ ujarnya.

Ketua Bawaslu Muhammad Syaifulloh menilai dua aksi massa kemarin sebagai bentuk dukungan kepada pihaknya. Menurut dia, aspirasi kedua kelompok itu merupakan harapan agar Bawaslu independen dan bebas intervensi. ‘’Sampai hari ini kami menjalankan tugas sesuai ketentuan. Kami independen, netral, dan profesional dalam menangani segala dugaan pelanggaran,’’ klaimnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close