Magetan

Dua Hari KBM Terbengkalai, Siswa Main Bola

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sejumlah sekolah terbengkalai. Kondisi itu disebabkan belum semua guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) kembali menjalankan aktivitas mereka di sekolah. Kondisi itu sebenarnya berlangsung sejak Rabu lalu (4/12) saat ribuan tenaga honorer menggelar doa bersama menuntut diterbitkannya surat keputusan (SK) tugas dari bupati.

Hal itu terlihat di salah satu SD di Desa Sumberagung, Kecamatan Plaosan. Beberapa ruang kelas tampak sepi. Kursi-kursi kosong. Hanya sedikit murid yang berada di dalam. Sebagian besar bermain di luar kelas.

Putra misalnya. Siswa kelas VI tersebut terlihat santai bermain bola dengan rekannya. Beberapa teman lain mengerubungi dan menyaksikan permainan mereka. Mengenakan seragam olahraga, Putra dan teman-temannya sedang santai lantaran jam pelajaran kosong. Sebagian guru ada kegiatan lain sehingga tidak hadir. ‘’Kalau kosong begini senang rasanya. Karena semua guru sedang ada kegiatan di gedung Korpri,’’ katanya.

Sigit Priyo Utomo, salah seorang GTT di Plaosan, mengakui bahwa kemarin hampir seluruh tenaga honorer dan guru di Magetan berhenti sementara beraktivitas di sekolah. Mereka mengikuti kegiatan rangkaian HUT Ke-48 Korpri dan Hari Guru.

Sehari sebelumnya, para GTT sempat menggelar doa bersama di Masjid Agung untuk memperjuangkan nasib mereka. Kondisi itu membuat KBM di kelas menjadi terganggu. ‘’Kami hanya minta untuk diperhatikan. Harus ada ketegasan dari pemkab,’’ ujarnya.

Diungkapkannya, kesejahteraan tenaga honorer terbatas. Bahkan, ketika ada GTT lain yang mengalami kecelakaan, rekan-rekannya harus patungan untuk membantu pengobatan. ‘’Kami di sini tidak menuntut menjadi PNS. Karena kami menyadari usia tidak memenuhi persyaratan,’’ ucapnya. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button