Ponorogo

Dua CJH Ponorogo Batal Berangkat ke Tanah Suci

PONOROGO – Dua calon jamaah haji (CJH) gagal berangkat ke Tanah Suci. Satu CJH menderita tuberkulosis (TBC) dan satunya lagi patah tulang pasca kecelakaan. Kondisi keduanya tak memungkinkan untuk diberangkatkan sebentar lagi. ‘’Yang TBC tidak diizinkan dinkes. Yang kecelakaan membatalkan sendiri,’’ kata Kasi Haji dan Umrah Kemenag Ponorogo Muhammad Thohari.

Thohari meminta kedua CJH tak berkecil hati. Dipastikan keduanya menjadi prioritas keberangkatan pada tahun depan. Kini, keberangkatan dari Bumi Reyog tinggal diikuti 505 CJH.  Terbagi dua kelompok terbang (kloter), yakni 02 sebanyak 60 CJH yang berangkat Jumat dini hari (5/7) dan 03 sebanyak 445 CJH yang berangkat Sabtu dini hari (6/7). ‘’Sudah siap berangkat, semuanya telah memenuhi syarat,’’ ungkapnya.

Thohari mengingatkan seluruh jamaah mematuhi seluruh aturan. Mereka hanya diizinkan membawa satu koper dan satu tas tenteng serta satu tas paspor. Berat maksimalnya 32 kilogram. ‘’Tidak membawa gas. Untuk benda cair ada ketentuan ukurannya,’’ sambung Thohari.

Seluruh koper CJH baik yang terdaftar di kloter 02 maupun 03 telah dikumpulkan Kamis (4/7). Usai didata dan dicek, langsung diberangkatkan ke embarkasi Surabaya. Tahun lalu, koper diberi jaring pengaman masih ditoleransi. Mulai tahun ini,  Pemerintah Arab Saudi tidak mengizinkan dengan alasan apa pun. ‘’Kalau dipasang sabuk pengaman itu yang dianjurkan. Untuk jaring betul-betul dilarang,’’ tuturnya.

Sementara pemasangan aksesori berupa boneka ataupun tanda lainnya tetap diperbolehkan. Asalkan masih wajar dan tidak melebihi berat maksimum yang diizinkan. ‘’Jaga kondisi karena perbedaan cuaca bisa memengaruhi daya tahan tubuh. Semoga mabrur, amin,’’ ucapnya. (mg7/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button