Advertorial

Dua Catatan DPRD Ngawi Iringi Pengesahan Raperda P-APBD 2021

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – DPRD Ngawi menyetujui raperda perubahan APBD (P-APBD) 2021 kemarin (1/9). Enam fraksi satu suara terhadap rencana eksekutif menaikkan besaran pos pendapatan Rp 2,17 triliun dan belanja Rp 2,36 triliun. Akan tetapi, mufakat tersebut diikuti dua catatan penting.

Selain menuntut keseriusan menangani pandemi Covid-19, juga dorongan untuk tidak melupakan pembangunan infrastruktur. ‘’Pembangunan infrastruktur tidak kalah penting. Tapi, kami memang harus berbesar hati mengenai skala prioritas saat ini,’’ kata Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar usai rapat paripurna agenda pandangan umum fraksi, jawaban bupati, dan pengambilan keputusan raperda P-APBD 2021.

Heru meminta eksekutif melaksanakan P-APBD demi kepentingan masyarakat. Khususnya sektor kesehatan. Menimbang prediksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bahwa pandemi Covid-19 masih ada 5–10 tahun mendatang. ‘’Jika benar terjadi, semua pihak harus berbesar hati,’’ ujarnya.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebut bahwa porsi pembangunan infrastruktur telah disesuaikan dengan mandat Kementerian Keuangan. Yakni, 25 persen dari besaran APBD induk. Realisasinya saat ini 17 persen. ‘’Sejumlah kegiatan prioritas disusun agar bisa 25 persen. Seperti perawatan dan peningkatan sejumlah ruas jalan,’’ ucapnya. (sae/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button