Magetan

Dua Cara Pemungutan Suara Pesta Demokrasi Desa

PANTANG PULANG SEBELUM KUMPULKAN PEMENANG

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Dua cara pemungutan suara dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019 membuat personel Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Magetan kerja lembur.

Hingga pukul 20.00 Rabu malam (27/11) baru pilkades e-voting yang sudah kelihatan pemenangnya. Untuk pilkades manual, belum semuanya diserahkan. Agar hasilnya lekas diketahui, DPMD membentuk koordinator wilayah. Satu penanggung jawab menghimpun hasil penghitungan suara di setiap kecamatan. ‘’E-voting sudah setor semua. Manual baru sekitar 60 persen,’’ kata Kepala DPMD Magetan Eko Muryanto.

Pengalaman enam tahun sebelumnya, keseluruhan hasil pilkades selesai terhimpun tengah malam. Terutama bagi desa dengan jumlah pemilih di atas 4.000. Menanti hasil penghitungan dari seluruh desa, Eko dkk pun rela bermalam di kantornya. ‘’Kami terus memantau dan menunggu. Karena belum semuanya masuk,’’ ujarnya.

Pelaksanaan e-voting bukannya tanpa kendala. Sempat terjadi penumpukan pemilih dikarenakan masyarakat datang secara bersamaan. Sementara, kemampuan alat melayani tiga pemilih dalam satu menit. ‘’Penumpukan karena kultur masyarakat datangnya barengan, bukan karena alat,’’ tutur pejabat lulusan STPDN angkatan 05 itu.

Eko tak menampik beberapa e-KTP pemilih tidak dapat diverifikasi. Dikarenakan fisik dari kartu tanda penduduk elektroniknya. Rupanya, e-KTP yang terlalu sering difotokopi, scan, atau terpapar sinar matahari membuat chip-nya tidak terbaca. Alhasil, data pemilih tidak muncul pada layar. Hal itu disolusikan dengan mengetikkan NIK atau nomor pemilih. ‘’Ini jadi pembelajaran supaya lebih berhati-hati dengan e-KTP. Karena NIK itu sangat penting,’’ tegas Eko.

Hingga diserahkannya hasil 18 desa yang melaksanakan e-voting, masih belum ada protes dari masyarakat. Mereka menerima hasil yang sudah diputuskan. Butuh perlakuan khusus untuk menghitung ulang hasil pilkades e-voting. Membuka kotak berisikan setruk hasil pemungutan suaranya pun melibatkan kejaksaan. ‘’Dengan e-voting, suara masyarakat lebih terakomodasi. Tidak ada suara rusak,’’ katanya. (bel/c1/fin)

Jalan Protokol Sepi Mamring

LENGANG: Kondisi Jalan A. Yani terpantau sepi. Tak banyak kendaraan yang melintas sejak pagi hingga siang Rabu (27/11).

ANTUSIASME warga Magetan pemilik hak pilih dalam pilkades serentak patut diacungi jempol. Mereka berduyun-duyun menuju TPS di desa masing-masing Rabu (27/11). Aktivitas sehari-hari pun dikesampingkan sementara waktu. Itu bisa dilihat dari jalan protokol di Kota Magetan yang sepi mamring.

Sedari pagi tak tampak lalu lalang kendaraan pelajar maupun aparatur sipil negara (ASN) yang biasa memadati jalanan. Apalagi, Bupati Magetan Suprawoto sengaja meliburkan pelajar dan ASN. Bahkan, pegawai swasta ikut libur. Buktinya, pertokoan di Jalan dr Soetomo hingga A. Yani tidak beroperasi. Hanya beberapa yang buka.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Magetan Joko Trihono memastikan kondisi tersebut lantaran bersamaan dengan pelaksanaan pilkades serentak. Sehingga, volume lalu lintas turun drastis. ‘’Masyarakat tak hanya menggunakan hak pilihnya, tapi juga sebagai panitia dan petugas pilkades. Termasuk pengamanannya,’’ katanya.

Joko menyebut lalu lintas harian rata-rata (LHR) setiap ruas jalan berbeda-beda. Pada kondisi normal, LHR Jalan A. Yani 300 kendaraan roda dua per 15 menit. Sedangkan kemarin turun sangat signifikan. Hanya puluhan roda dua yang melintas dalam 15 menit. Pun roda empat hanya beberapa. ‘’Hari ini (kemarin, Red) berbeda. Karena ada kegiatan tingkat kabupaten dan diliburkan,’’ ujarnya.

Joko memprediksi kondisi jalan kembali normal mulai pukul 16.00-17.00. Atau setelah tahapan penghitungan suara pilkades selesai. Selepas itu, kemungkinan masyarakat akan kembali beraktivitas seperti biasa. ‘’Kami tidak menempatkan petugas di titik-titik jalan tertentu,’’ ungkapnya.

Namun, personelnya disebar di sepanjang jalur yang dilewati kunjungan tim monitoring. Tim Pemkab Magetan dibagi menjadi dua. Tim A yang dipimpin Bupati Magetan Suprawoto dan Tim B yang dipimpin Wabup Nanik Endang Rusminiarti. ‘’Kekuatan personel kami terbatas dan kami sebar,’’ jelasnya. (bel/c1/sat)

Satu Dusun Satu TPS

ANTRE: Warga Desa Gonggang saat coblosan pilkades sistem e-voting di TPS 3 Dusun Dagung.

SALAH satu desa yang menggelar pilkades e-voting Rabu (27/11) adalah Gonggang. Ada lima tempat pemungutan suara (TPS) di desa itu sesuai jumlah dusunnya. Masing-masing di balai desa, SDN Gonggang 3, MTs MMA Gonggang, balai Dusun Templek, dan MI Biting.

Ketua panitia Pilkades Gonggang Udin Rahmad Fuadi mengaku telah meninjau langsung kelima TPS tersebut. Hasilnya, secara umum tidak ditemui kendala berarti. Diakui, beberapa KTP tidak bisa terbaca alat pemindai. Namun, hal itu bisa disiasati dengan mendaftar secara manual. ‘’Peralatan sudah disiapkan pada H-1. Dicek, baik saat pemasangan di TPS maupun menjelang pemungutan suara,” kata Udin.

Dia menyebut, sejak dulu pemungutan suara pilkades di Gonggang tidak terpusat di satu lokasi. Melainkan tersebar di dusun-dusun. Itu dilakukan demi tingkat partisipasi warga memberikan hak suaranya terkait kondisi geografis desa. ”Sampai sekarang kondusif, hanya ada beberapa riak kecil,” ujarnya.

Udin menambahkan, setelah pemungutan suara selesai, hasil di tiap TPS bakal dicetak bersama-sama. Hal tersebut bertujuan meminimalkan kecurangan yang berpotensi memunculkan konflik di masyarakat.

‘’Setelah itu, disetorkan ke sekretariat di balai desa. Lalu dihitung dan diumumkan. Hasil di masing-masing TPS bisa diketahui secara jelas dan transparan,” pungkasnya. (fat/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button