MadiunSport

Dua Atlet Jujitsu Kota Madiun Bakal Jajal Turnamen Internasional

Tidak Patok Target Muluk, Sekadar Tambah Jam Terbang

Dua atlet jujitsu Kota Madiun bakal menjajal kejuaraan internasional. Fuad Edi Bagus Nugroho dan Jean Gio pada 23 Februari mendatang akan mengikuti Kuala Lumpur International Open 2020. Apa targetnya?

______________________

ASEP SYAEFUL BACHRI, Madiun, Jawa Pos Radar Madiun

MATA Fuad Edi Bagus Nugroho terus mengamati gerak-gerik lawan. Setelah mendapat momentum yang tepat, kedua tangannya menarik kuat tangan kanan lawan. Bersamaan itu lutut kakinya menekan siku hingga lawan menyerah.

Pemandangan itu terlihat saat Fuad latihan sparing dengan sesama atlet jujitsu di Polres Madiun. ”Itu tadi teknik kuncian yang paling saya suka, armbar. Terlambat menyerah, tangan lawan bisa patah,’’ ujarnya.

Sejak beberapa hari terakhir remaja 17 tahun itu getol latihan untuk persiapan turun di turnamen Kuala Lumpur International Open 2020 bulan depan. Fuad mendapatkan kesempatan bertarung di Malaysia setelah didaftarkan Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Kota Madiun melalui sebuah klub di Jakarta.

PBJI menilai Fuad sudah saatnya menjajal turnamen internasional setelah berhasil meraih puluhan medali emas berbagai kejuaraan. Meski begitu, Fuad tidak mematok target muluk-muluk. ”Minimal bisa menang sekali dalam pertandingan penyisihan,’’ tuturnya.

Fuad menekuni jujitsu sejak usia 12 tahun. Berkat ajakan teman-temannya, warga Demangan, Taman, Kota Madiun, itu akhirnya ikut gabung latihan di Polres Madiun. ”Pertama dapat emas empat tahun lalu,’’ katanya.

Selain Fuad, PBJI Kota Madiun juga bakal mengirim Jean Gio ke Malaysia. Jika Fuad bertanding di kelas dewasa putra di bawah 70 kilogram, Jean turun di kelompok usia 12-13 tahun under 40 kilogram.

Jean baru dua tahun menekuni jujitsu. Meski begitu, sedikitnya tujuh  medali emas kejuaraan tingkat nasional telah berhasil dikoleksinya. Itu pula yang mendasari PBJI Kota Madiun mengirimnya ke kejuaraan internasional di Malaysia. ”Kalau biasanya latihan seminggu sekali, sekarang hampir tiap hari,’’ ungkapnya.

Jean maupun Fuad juga wajib menjalani karantina. Tujuannya agar kebugaran fisik terjaga lewat asupan nutrisi yang cukup. ”Turnamen nanti juga diikuti oleh atlet-atlet nasional jujitsu,” imbuh Ketua PBJI Kota Madiun Raden Bagus Aditomo.

Menilik ajang kejuaraan internasional kali pertama yang bakal diikuti Fuad dan Jean, PBJI Kota Madiun tidak menargetkan juara. ”Niatnya memang bukan membawa pulang medali, tapi menambah jam terbang atlet agar kemampuan dan mentalnya terasah,” tutur suami wakil Wali Kota Madiun Inda Raya itu. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close