Magetan

Dropping Air Berhenti Pekan Depan

Dua Juta Liter Tersalur selama Lima Bulan

MAGETAN, Radar Magetan – Pemkab Magetan bakal menghentikan dropping air bersih wilayah terdampak kekeringan. Kebijakan itu diterapkan karena hujan mengguyur beberapa daerah dalam beberapa hari terakhir. Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat meyakini musim penghujan tiba pertengahan bulan ini. ‘’Mulai minggu depan dropping air bersih di-stop,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Ferry Yoga Saputra Senin (4/11).

BPBD telah melakukan distribusi air sejak Juni lalu. Desa Sayutan, Parang, menjadi daerah pertama yang mendapatkan bantuan. Suplai akhirnya meluas ke dua desa di Kecamatan Karas dan Lembeyan. Selama lima bulan intensitas dropping mengalami peningkatan. Bila awalnya sekali dalam tiga hari, berganti menjadi setiap hari. Setiap desa ada tiga tandon air dengan kapasitas 2.300 liter. ‘’Ada terpal bantuan penampung air,’’ ujarnya.  

Total air bersih yang didistribusikan untuk 12 ribu warga terdampak hampir dua juta liter. Keterbatasan dana sempat menjadi kendala. Anggaran habis Oktober lalu. Bukan hanya untuk menyediakan air, tapi juga biaya bahan bakar dan operasional truk tangki. Untungnya bisa di-cover lewat corporate social responsibility (CSR). Medan jalan menuju lokasi yang tidak memadai membuat distribusi air kurang efisien. ‘’Kami juga minim armada dan tandon air,’’ kata Ferry. (fat/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button