Ngawi

DPS Pilkada Ngawi ’’Hanya’’ 688.545 Jiwa

Pemilih TMS Capai 52.437

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Jumlah pemilih dalam Pilkada Ngawi 2020 bakal berkurang hingga 16.547 jiwa dibanding pemilu sebelumnya. KPU setempat menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) pilkada tahun ini sebanyak 688.545 jiwa. ‘’Memang terjadi penurunan jumlah pemilih karena beberapa hal,’’ kata Ketua KPU Ngawi Prima Aequina Sulistyanti Minggu (13/9).

Prima menjelaskan, angka DPS itu diperoleh dari hasil pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih yang dalam A-KWK sebanyak 722.686 jiwa. Jumlah tersebut berasal dari proses sinkronisasi daftar pemilih tetap (DPT) pemilu sebelumnya dengan data daftar penduduk potensial pemilih pemilihan (DP4). ‘’DPT pemilu kita sebelumnya ada 705.092, sedangkan DP4 sampai 9 Desember 2020 jumlahnya 725.407,’’ sebutnya.

Setelah disinkronkan, diperoleh daftar pemilih bahan coklit sebanyak 722.686. Pun, selama proses coklit ditemukan sebanyak 18.296 pemilih baru dengan berbagai kriteria. Sedangkan jumlah pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) ada 52.437. ‘’Daftar pemilih sementara itu diperoleh setelah menjumlahkan daftar pemilih bahan coklit dengan pemilih baru, lalu dikurangi pemilih TMS. Hasilnya sekitar 688 ribu itu,’’ paparnya.

Menurut dia, faktor utama berkurangnya DPS pada pilkada kali ini adalah banyaknya jumlah pemilih TMS. Kriterianya ada sembilan. Di antaranya, telah meninggal dunia, menjadi anggota TNI, dan hilang hak pilih. ‘’Paling banyak karena meninggal, 36 ribu lebih jumlahnya,’’ ungkap Prima.

Prima menambahkan, jumlah pemilih TMS karena meninggal itu merupakan kumulatif sejak beberapa tahun terakhir. Pun, belum semuanya dihapus dari daftar penduduk sebelum ada pengajuan akta dari desa. ‘’Sehingga selalu muncul dalam DP4, meskipun setiap coklit pasti dicoret,’’ bebernya.

Di sisi lain, Prima tidak menampik kemungkinan adanya pemilih yang belum terdaftar sehingga menyebabkan DPS menurun. ‘’Setelah ini kan masih ada DPSHP (DPS hasil perbaikan, Red) dan DPT. Jadi, kami minta masukan semua pihak jika memang ada yang belum terdaftar atau harus dicoret,’’ pintanya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close