Advertorial

DPRD Umumkan Pemberhentian Kanang-Ony

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Masa jabatan Budi ’’Kanang’’ Sulistyono dan Ony Anwar sebagai bupati dan wakil bupati (wabup) Ngawi tinggal menghitung hari. Kamis (28/1) DPRD setempat mengumumkan pemberhentian keduanya dari jabatannya dalam rapat paripurna di gedung dewan setempat.

‘’Pemberhentian bupati dan wakil bupati Ngawi sudah kami umumkan. Masa jabatannya akan habis pada 17 Februari mendatang. Sedangkan yang memberhentikan nanti Mendagri (Menteri Dalam Negeri, Red),’’ kata Wakil Ketua I DPRD Ngawi Sarjono.

Rapat paripurna pengumuman pemberhentian bupati dan wabup itu mengacu pasal 79 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Disebutkan bahwa pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah disampaikan dalam rapat paripurna untuk ditindaklanjuti ke Mendagri melalui gubernur. ‘’Sebagai perwakilan dari pemerintah pusat, Mendagri mempunyai wewenang memberhentikan,’’ ujarnya.

Dalam rapat paripurna tersebut pihaknya juga mengumumkan pengesahan bupati dan wabup terpilih untuk diusulkan pelantikan ke Mendagri melalui gubernur. Hal itu sesuai pasal 160 dan 160 A Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.

Dalam regulasi itu disebutkan bahwa pengesahan penetapan pasangan calon terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diberikan ke DPRD akan dikirimkan ke Mendagri. ‘’Setelah berita acara ditandatangani, kami akan mengirim surat ke Mendagri melalui gubernur tentang pemberhentian bupati dan wakil bupati sebelumnya sekaligus pengusulan pelantikan paslon terpilih,’’ jelasnya.

Bupati Kanang dalam sambutan pada rapat paripurnanya terakhir itu menyebut bahwa tantangan dan beban yang dipikul paslon terpilih Ony Anwar dan Dwi Rianto ’’Antok’’ Jatmiko lebih berat dibanding saat dirinya awal menjabat dulu. Itu tidak terlepas dari adanya pandemi Covid-19. ‘’Bupati dan wakil bupati mendatang harus mempunyai kebijakan yang tepat dan menerapkan skala prioritas,’’ ujarnya.

Dia juga berpesan kepada Ony dan Antok agar mencurahkan segala pikiran, waktu, dan tenaganya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di Ngawi. Terutama krisis kesehatan, ekonomi, dan pendidikan dampak pandemi korona. Juga mengerek indeks pembangunan manusia (IPM) daerah setempat yang belakangan anjlok. ‘’Kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan pembangunan manusia harus menjadi perhatian. Harus ada kebijakan yang tepat,’’ tegasnya. ‘’Juga harus komunikatif. Jika komunikasinya bagus, rakyat akan mengerti,’’ imbuhnya. (mg3/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button