Ponorogo

DPRD Soroti Penanganan Krisis Air Bersih Pemkab Ponorogo

Tidak Konkret, Kurang Riil

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Kekeringan menahun di Ponorogo disoroti legislatif. Dalam rapat paripurna penyampaian pandangan umum atas rancangan anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (RAPBDP) 2020 Senin (31/8), dua fraksi mengkritisi penanganan yang dilakukan pemkab. ‘’Setiap tahun terjadi. Ini butuh penanganan konkret,’’ kata Christine Hery Purnawaty, juru bicara Fraksi PKS.

Bahkan, lanjut Christine, sejumlah desa kini sudah mulai kesulitan mengakses air bersih. Sebab, sumur air yang biasa diandalkan warga mulai mengering. ‘’Kami mengapresiasi langkah pengiriman air bersih untuk desa-desa yang sudah mengalami kekeringan,’’ ujarnya.

Namun, dibutuhkan langkah lain untuk menangani kekeringan yang mulai melanda. Christine minta pemkab melakukan pemetaan secara lebih riil. Tidak hanya menunggu laporan, namun juga proaktif meninjau lapangan. ‘’Pemetaan diperlukan agar penanganan lebih efektif. Khususnya, permukiman dan lahan pertanian yang membutuhkan,’’ tutur perempuan pengusaha batik itu.

Hal senada diungkapkan Fraksi Partai Demokrat. Jubir Fraksi Demokrat Sugianto menyebut ada sekitar 41 titik yang mengalami kekeringan tahun lalu. Diharapkan, data itu menjadi acuan untuk penanganan tahun ini. Bukan tidak mungkin jumlah wilayah yang mengalami kekeringan akan bertambah. ‘’Ini harus jadi perhatian bersama, mengingat titik yang mengalami kekeringan tidak sedikit,’’ ujarnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close