Advertorial

DPRD Perjuangkan Jatah Pupuk Ngawi Ditambah

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Wakil rakyat memenuhi janjinya memperjuangkan tambahan kuota pupuk bersubsidi untuk Ngawi. Hari ini, Komisi II DPRD Ngawi bakal mendatangi kantor Dinas Pertanian Jawa Timur dan Petrokimia Gresik untuk membahas hal tersebut.

‘’Kami sepakat memperjuangkan realokasi pupuk subsidi ke Ngawi dari daerah yang serapannya kurang. Melihat hasil pertanian Ngawi yang menempati urutan dua se-Jatim, mestinya usulan kami akan dipertimbangkan,’’ kata Ketua Komisi II DPRD Ngawi Siswanto Rabu (24/2).

Kesepakatan itu tercapai setelah pihaknya rapat koordinasi bersama dinas pertanian dan staf Petrokimia perwakilan daerah penjualan Ngawi kemarin. ‘’Pihak Petrokimia menyebut ada pembatasan alokasi pupuk bersubsidi oleh pemerintah pusat. Memang pembatasan itu ditentukan Kementerian Pertanian, tapi pengaturan distribusi dan alokasinya berada di tangan dinas pertanian provinsi,’’ ungkapnya.

Selain mengusung misi penambahan kuota pupuk bersubsidi melalui mekanisme realokasi, pihaknya juga akan mengupayakan agar distribusi di masa tanam kedua dan ketiga mendatang tidak telat. Pasalnya, di beberapa wilayah Ngawi seperti Kecamatan Jogorogo, Ngrambe, dan Sine mengalami kelangkaan pupuk, baik subsidi maupun mandiri. ‘’Semoga suara kami didengar oleh dinas pertanian provinsi dan Petrokimia,’’ harapnya.

Sekadar diketahui, tahun ini Ngawi hanya mendapat alokasi pupuk urea sebanyak 31.728 ton, ZA 20.958 ton, NPK 58.524 ton, dan pupuk organik 65.090 ton. Jumlah itu mengalami penurunan dibanding 2020 lalu. Kala itu Ngawi dijatah pupuk urea 41.463 ton, SP 364.876 ton, ZA 15.919 ton, NPK 32.912 ton, dan organik 24 876 ton. (mg3/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button