Advertorial

DPRD-Pemkot Madiun Siapkan Rp 20 Miliar untuk Atasi Covid-19

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Perubahan kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) Kota Madiun 2021 digedok. Penandatanganan nota kesepakatan Perubahan KUA-PPAS antara eksekutif dan legislatif itu dilaksanakan bersamaan rapat paripurna DPRD setempat, Selasa (10/8).

Dalam kesepakatan itu ditetapkan enam prioritas arah pembangunan. Yakni, penguatan ketahanan ekonomi dan daya saing daerah untuk pertumbuhan berkualitas serta penurunan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas SDM yang berdaya saing.

Selain itu, pelestarian dan pengembangan budaya daerah untuk pengembangan pariwisata serta peningkatan infrastruktur untuk menopang pengembangan ekonomi daerah. Juga peningkatan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana, pelayanan publik, serta ketenteraman dan ketertiban masyarakat.

Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya (AR) Bagus Miko Saputra mengungkapkan, secara garis besar ada tiga poin inti fokus langkah ke depan. Yakni, penanganan korona, pemulihan ekonomi, dan jaring pengaman sosial (JPS). ‘’Terkait penanganan Covid-19, kami menekankan 3T (tracing, testing, treatment, Red) secara masif. Ada sekitar 400 RT yang menjadi fokus dengan zona sebaran cukup tinggi,’’ papar AR.

Terkait pemulihan ekonomi, AR menyebut bahwa pihaknya mendorong eksekutif menggelontor bantuan bagi UMKM di kelurahan. Bantuan itu sebagai stimulus agar pelaku usaha di sektor akar rumput dapat bertahan di masa serbasulit ini. Sementara soal JPS, legislatif menekankan pemberian bantuan bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) serta masyarakat kurang mampu terdampak pandemi. ‘’Penanganan sejauh ini sudah masif, tapi masih perlu ditingkatkan,’’ ujarnya.

Politisi PDIP itu menambahkan, anggaran Rp 20 miliar telah disiapkan untuk mengatasi pandemi serta pemulihan sosial dan ekonomi. ‘’Anggaran itu diambilkan dari BTT (biaya tidak terduga, Red) sebagaimana aturan dari pemerintah pusat,’’ tuturnya.

Wali Kota Maidi mengatakan, penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi menjadi prioritas sesuai arahan pemerintah pusat maupun Pemprov Jatim. Pun, sejalan dengan fokus pembangunan Kota Madiun tahun kedua RPJMD 2019-2024. ‘’Selain penanganan dan pengendalian dampak pandemi, sektor pendidikan juga menjadi perhatian. Semua pembangunan nantinya menopang pertumbuhan ekonomi,’’ tegasnya.

Maidi menambahkan, program kegiatan tetap dilaksanakan sesuai skala prioritas serta mengakomodasi aspirasi masyarakat maupun pokok-pokok pikiran DPRD. ‘’Jangan sampai hanya menghabiskan anggaran, tapi tidak ada manfaatnya ke sana,’’ pungkasnya. (kid/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button