Advertorial

DPRD-Pemkot Madiun Sepakati Pemulihan Sosial Ekonomi Jadi Prioritas 2022

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemulihan sosial ekonomi di seluruh sektor terdampak pandemi Covid-19 menjadi prioritas utama yang dijalankan Pemkot Madiun tahun depan. Pun, langkah itu mendapat dukungan penuh kalangan legislatif.

Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Istono mengatakan, pemulihan sosial ekonomi menjadi pekerjaan yang membutuhkan kerja keras berbagai pihak. ‘’Tidak mengesampingkan penanganan Covid-19, dan mudah-mudahan Covid-19 segera selesai,’’ kata Istono usai penandatanganan nota kesepakatan kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) 2022 antara Wali Kota Maidi dan pimpinan DPRD setempat Jumat (6/8).

Istono menuturkan, penanganan Covid-19 tetap berjalan hingga pandemi benar-benar berlalu. Di saat bersamaan, pekerjaan untuk mendorong pemulihan sosial dan ekonomi di seluruh sektor terdampak juga harus berlangsung. ‘’Ini perlu kerja keras semua pihak, termasuk media dan masyarakat, untuk membantu menyelesaikan pekerjaan,’’ tegasnya.

Wali Kota Maidi menyebut, ada empat prioritas yang menjadi fokus pembangunan tahun depan. Yakni, penguatan ketahanan ekonomi melalui peningkatan kontribusi sektor unggulan ekonomi kreatif dan ekonomi digital. Kemudian, peningkatan pembangunan infrastruktur perkotaan berwawasan lingkungan terpadu dan berkelanjutan.
Juga peningkatan ketahanan sosial masyarakat dan harmonisasi kehidupan sosial masyarakat untuk menciptakan kondisi masyarakat yang kondusif serta percepatan reformasi birokrasi. ‘’Mudah-mudahan Covid-19 hilang. Kalau hilang, ekonomi kita genjot,’’ kata Maidi.

Maidi menjelaskan, prioritas tersebut didasarkan pada kondisi existing Kota Madiun saat ini. Penguatan ketahanan ekonomi daerah dengan peningkatan kontribusi sektor unggulan dinilai hal krusial. Ditopang pembangunan infrastruktur berwawasan lingkungan serta percepatan reformasi birokrasi untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang kondusif. ‘’Hal itu sejalan dengan fokus pembangunan Kota Madiun tahun ketiga RPJMD 2019-2024, penguatan pembangunan dan ketahanan sosial ekonomi menuju masyarakat sejahtera,’’ imbuhnya.

Dia mengatakan, prioritas tersebut merupakan pembangunan keberlanjutan yang telah dijalankan tahun ini dan sebelumnya. Maidi mencontohkan pembangunan lapak UMKM kelurahan yang dijalankan dua tahun belakangan. Pembangunan itu bertujuan membangkitkan ekonomi di sektor akar rumput. ‘’Fasilitas ekonomi kita dulukan,’’ ujarnya.

Maidi menambahkan, saat ini fasilitas ekonomi telah tersedia. Tahun depan tinggal penyempurnaan. Di antaranya, digitalisasi yang berorientasi pada peningkatan ekonomi. ‘’Upaya itu adaptif dengan masa pandemi karena mengurangi interaksi tatap muka serta menghindari kerumunan,’’ paparnya. ‘’Kota harus selangkah atau lebih maju dari lainnya. Kita pakai cara itu dengan digitalisasi ekonomi,’’ imbuhnya.

Dia juga memastikan plafon anggaran penanganan Covid-19 tetap menjadi prioritas. Bujet Rp 60 miliar tetap disiagakan untuk membendung persebaran korona. Pun, anggaran itu dapat dialokasikan untuk kebutuhan mendesak lainnya terkait penanganan Covid-19. ‘’Dengan berbagai upaya itu perekonomian terjadi lompatan,’’ pungkasnya. (kid/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button