Advertorial

DPRD Ngawi Sarankan Dindik Minta Rekom Ahli Konstruksi

Komisi II Sidak Laboratorium IPA SMPN 2 Kasreman

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Komisi II DPRD Ngawi geram tatkala melihat dari dekat rusaknya laboratorium (lab) IPA SMPN 2 Kasreman, Ngawi. Keretakan dinding ruangan yang sempat diperbaiki menggunakan dana alokasi khusus (DAK) tahun lalu itu dinilai cukup parah.

Fondasi belakang ruangan ambles hingga mengakibatkan banyak titik keretakan pada tembok. Mitra kerja dinas pendidikan (dindik) itu merekomendasikan penggunaan jasa ahli konstruksi. ‘’Demi memastikan penyebab pasti kerusakan dan mengarahkan bentuk penanganan yang tepat,’’ kata Imam Nasrulloh, anggota Komisi II DPRD Ngawi, Jumat (10/9).

Yang membuat dewan kecewa, rehabilitasi berbiaya Rp 124 juta itu muspro. Sebab, harus mengucurkan duit kembali untuk perbaikan. Namun, pemkab diminta untuk menanti hasil analisis dan rekomendasi ahli konstruksi. ‘’Khawatirnya, kalau mulai diperbaiki, ternyata tim ahli meminta pembongkaran dan dibangun ulang. Begitu sebaliknya,’’ ujarnya.

Dorongan menggunakan jasa ahli konstruksi lantaran terdapat silang pendapat antara dewan dengan dindik. Berdasar hasil inspeksi, wakil rakyat menilai kerusakan itu sebagai kegagalan konstruksi. Perencanaan yang disusun panitia pelaksana pembangunan sekolah (P2S) diduga tidak matang. Sedangkan dindik dan P2S meyakini karena faktor alam. ‘’Dinas tidak punya kapasitas menyalahkan alam. Begitu pun kami yang bukan ahli konstruksi,’’ tegas Imam.

Dia mengatakan, komisi II menduga SMPN 2 Kasreman tidak paham rekonstruksi dan kaidah pembangunan. Perencanaannya asal-asalan lantaran hanya mengandalkan pengalaman. ‘’Karena kegiatan tahun lalu adalah perbaikan bangunan dengan kerusakan yang sama, seharusnya perencanaannya berdasarkan fakta di lapangan,’’ ucap politikus Partai Golkar tersebut.

Sekretaris Komisi II DPRD Ngawi Gunadi Ash Cidiq menambahkan, perbaikan P2S atau dindik bakal percuma bila sekadar memasang kawat atau menambah ring. Sebab, langkah itu bukan hasil analisis ahli konstruksi. ‘’Memang seharusnya perencanaan dalam pembangunan harus melibatkan ahli konstruksi agar kejadian seperti ini tidak terulang,’’ tuturnya sembari meminta ruang laboratorium tidak digunakan untuk sementara waktu.

Sementara, Kepala Dindik Ngawi Muhammad Taufiq Agus Susanto sepakat dengan rekomendasi komisi II. Pihaknya bakal mencari konsultan ahli konstruksi untuk menganalisis kerusakan. ‘’Bentuk treatment-nya seperti apa, akan dianggarkan tahun depan,’’ ujarnya. (sae/c1/cor/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button