AdvertorialNgawi

DPRD Ngawi Cermati Nota Keuangan RAPBD 2020

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Bupati Budi ”Kanang” Sulistyono semangat bekerja sampai titik tugas penghabisan. Nota keuangan dipaparkannya secara gamblang dalam rapat paripurna RAPBD 2021 Selasa (16/11).

DPRD Ngawi mengapresiasi kinerja bupati bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) setempat. Rapat paripurna RAPBD 2021 kemarin merupakan yang terakhir bagi Kanang. Menyusul purnatugasnya sebagai bupati Ngawi Februari 2021 mendatang. ‘’RAPBD 2021 sudah cukup baik dan ideal,’’ kata Wakil Ketua DPRD Ngawi Sarjono.

Dalam RAPBD 2021, kemampuan anggaran daerah diproyeksikan Rp 1,8 triliun. Namun, berkat kinerja maksimal dari bupati bersama TAPD, postur APBD Ngawi di tahun depan bisa meningkat hingga Rp 2,1 triliun. ‘’Kami sangat mengapresiasi,’’ tuturnya.

Sarjono mengakui masih ada defisit anggaran Rp 122 miliar. Namun, itu bukanlah hal buruk. Justru menjadi pelecut pemkab untuk memaksimalkan anggaran yang belum terserap di tahun ini. ‘’Agar dapat dioptimalkan tahun depan,’’ ujarnya.

Sarjono menyebut, ketimpangan antara belanja operasional khususnya belanja pegawai dengan belanja modal tidak dapat dihindari. Pemkab telah berupaya menyeimbangkannya dengan tidak melakukan rekrutmen pegawai dua tahun terakhir. ‘’Tapi karena tuntutan beberapa tenaga yang harus dipenuhi membuat belanja pegawai tetap tinggi,’’ jelasnya.

Seharusnya belanja pegawai tidak dibandingkan dengan belanja modal. Sebab, memang tidak berpengaruh langsung terhadap postur APBD. Semisal, belanja pegawai yang berkaitan dengan tunjangan profesi pendidik yang besarnya kurang lebih Rp 190 miliar. ‘’Anggaran itu sebenarnya dari pusat yang dititipkan melalui APBD. Tidak bisa diutak-atik lagi. Makanya terlihat timpang, sebenarnya tidak. Sudah bagus, sudah ideal,’’ ungkapnya. (tif/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button