Advertorial

DPRD Kota Madiun Bahas Tiga Raperda Inisiatif secara Virtual

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kerja kedewanan tak boleh terbengkalai di masa pandemi korona. Semua agenda harus tetap dijalankan meski dengan segala keterbatasan. Seperti Rapat Paripurna Nota Kesepakatan Tiga Raperda Inisiatif yang dihelat secara virtual Senin (22/2).

Pencegahan dan penanggulangan penyakit menular menjadi atensi. Legislatif mulai menggodok rancangan peraturan daerah (raperda) inisiatif terkait penanggulangan wabah. Kalangan dewan juga menginisiasi dua raperda lain. Yakni, sistem perencanaan dan penganggaran daerah, serta raperda tentang pelestarian dan pemajuan kebudayaan daerah.

Wakil Ketua II DPRD Kota Madiun Armaya menjelaskan, raperda pencegahan dan penanggulangan penyakit menular disusun guna menindaklanjuti pasal 5 ayat 1 Permenkes 82/2014. ‘’Pemerintah daerah dan masyarakat bertanggung jawab menyelenggarakan penanggulangan penyakit menular serta akibat yang ditimbulkannya,’’ kata Armaya saat membacakan nota penjelasan.

Mendasar profil kesehatan di Kota Madiun, tren penyakit menular meningkat. Tercatat, tuberkulosis (TBC) dari 216 kasus pada 2018 menjadi 709 kasus pada 2019. Sedangkan HIV/AIDS masih bertengger 169 kasus pada 2019. Adapun penyakit menular bersumber binatang seperti demam berdarah dengue (DBD) meningkat tajam dari 78 kasus pada 2018 menjadi 245 kasus setahun berikutnya. ‘’Pemenuhan sarana-prasarana untuk penanggulangan penyakit menular menjadi tanggung jawab bersama,’’ tegasnya.

Tak kurang dari sembilan kejadian luar biasa lain juga terjadi pada 2019. Meliputi suspect difteri 3 kasus, AFP (3), DSS (1), DBD (1), dan keracunan makanan (1). Kejadian luar biasa juga meningkat sangat tajam seiring mewabahnya Covid-19 di awal 2020. Merujuk data Pemprov Jatim per 19 Februari 2020, Covid-19 mencapai 1.329 kasus. ‘’Perda inisiatif ini untuk menekan angka penyakit, kecacatan, dan kematian akibat penyakit menular. Serta mengurangi dampak sosial pada individu, keluarga, dan masyarakat,’’ urainya.

Suasana rapat terbangun hangat meski jauh di mata dekat di paripurna. Wakil Ketua I DPRD Kota Madiun Istono memimpin jalannya rapat dari Gedung DPRD Kota Madiun. Diikuti Wali Kota Maidi beserta jajaran eksekutif secara virtual. Istono menyebut, sebelumnya raperda inisiatif itu telah melalui berbagai tahapan. Mulai uji publik, pendalaman materi, konsultasi dengan tim ahli, hingga penyampaian nota penjelasan. Tahapan selanjutnya rapat dengar pendapat dengan eksekutif. ‘’Barangkali ada penyempurnaan atas draf raperda yang tadi sudah dinotakan. Pasti ada diskusi untuk penyempurnaan,’’ kata Istono.

Politisi Partai Demokrat itu menambahkan, tiga raperda inisiatif itu diperkirakan tuntas empat bulan ke depan. Kalangan dewan berharap payung hukum ini dapat memberikan kejelasan kepada pemerintah dan masyarakat. ‘’Kemitraan kami dengan pemkot sangat terukur dan betul-betul sinergi untuk kesejahteraan masyarakat,’’ pungkasnya. (kid/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button