AdvertorialNgawi

DPMD Ngawi Terapkan Siskeudes Online di Semua Desa

Wujudkan Tata Kelola Keuangan Transparan dan Akuntabel

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Terobosan baru digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi. Untuk mewujudkan tata kelola keuangan desa yang transparan dan akuntabel, mulai tahun ini semua desa wajib menerapkan sistem keuangan desa (siskeudes) online. ‘’Kami akan berupaya semaksimal mungkin supaya program siskeudes online ini bisa dilaksanakan di semua desa,’’ kata Kepala DPMD Ngawi Kabul Tunggul Winarno Senin (17/2).

Kabul menjelaskan, siskeudes online itu merupakan sebuah aplikasi yang memuat berbagai item tentang pengelolaan keuangan desa. Mulai perencanaan, pelaksanaan, maupun pertanggungjawaban keuangan desa, semuanya ada dalam satu aplikasi tersebut. ‘’Ketika itu bisa diterapkan di semua desa, kami yakin penyelenggaraan keuangan (desa) bisa lebih baik dan mudah,’’ terangnya sembari menyebut sejak 2017 lalu sudah menerapkan siskeudes tapi masih secara offline.

Ada beberapa kendala yang menjadi alasan peralihan ke siskeudes online baru dilakukan saat ini. Di antaranya masalah jaringan internet, ketersediaan server maupun bandwidth, dan sebagainya. Maklum, tiga tahun lalu teknologi informasi belum berkembang pesat seperti sekarang. ‘’Setelah kami komunikasi dengan diskominfo (dinas komunikasi dan informatika, Red), mereka siap membantu untuk pelaksanaan siskeudes online ini,’’ ungkapnya.

Ada banyak sekali manfaat dari penerapan siskeudes online tersebut. Salah satunya memudahkan desa mengerjakan laporan keuangannya. Dengan sistem online, pekerjaan terkait pengelolaan keuangan dapat dikerjakan di mana saja dan kapan saja. Pun dianggap lebih mudah, simpel, dan rinci. ‘’Sebenarnya siskeudes online ini merupakan rekomendasi dari KPK sebagai salah satu bentuk pencegahan terhadap korupsi,’’ sebutnya.

Melalui siskeudes online itu, pengelolaan keuangan desa dapat dipantau oleh semua pihak. Mulai dari kepala desa, camat, kepala dinas maupun bupati, dapat melihatnya langsung. Meski demikian, bukan berarti tidak butuh monitoring di lapangan. Kabul menyebut, pantauan lapangan tetap diperlukan untuk memastikan implementasi dari semua perencanaan di desa. ‘’Tapi paling tidak sudah tahu dulu tentang sistem pengelolaan keuangannya seperti apa, kalau monitoring tetap (dilakukan),’’ tegasnya.

Penerapan siskeudes online juga sudah di-launching Bupati Ngawi Budi “Kanang” Sulistyono beberapa hari lalu. Tahun ini, ditargetkan dari total 213 desa semuanya sudah bisa menerapkannya. Meski dalam prosesnya tetap akan dibantu DPMD dan diskominfo setempat selaku pemilik aplikasi, server, dan lainnya terkait siskeudes online tersebut. ‘’Semua desa harus sudah jalan tahun ini, kalau ada kendala pasti akan kami evaluasi dan diperbaiki langsung,’’ ucapnya. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button