Madiun

Dovi dan Finsa Berbagi Kebahagiaan lewat Tanaman, Hasil Jualan Disumbangkan Panti Asuhan

Dovi Apriya Sulivan dan Finsa Almira Tania merawat tanaman seperti anak sendiri. Di halaman rumah pasutri itu, puluhan jenis tanaman hias tumbuh bersemi dengan begitu indahnya.

SRI MULYANI,Jawa Pos Radar Madiun

JIKA dihitung, tanaman hias yang tumbuh di halaman rumah pasutri ini tak kurang dari 60 jenis. Mulai dari Monstera variegata, Philodendron, Alocasia, Caladium, Begonia, Calathea, Syngonium, Peperomia, Ficus, dan aneka jenis lainnya. Seluruhnya terpajang pada rak di teras rumah. Sebagiannya lagi diletakkan di plant shop. Pemandangan indah tanaman dan bunga aneka warna menyejukkan mata itu menyambut siapa saja yang mendatangi rumah tersebut. ‘’Kami berdua memang hobi berkebun. Maka tercetuslah ide membuat plant shop ini,’’ tutur Finsa.

Gagasan itu dicetuskan di masa awal pandemi Agustus 2020. Mulailah pasutri ini menggiatkan tanaman hias dan keuntungannya sebagian disumbangkan ke panti asuhan. Plant shop dikelola seusai keduanya pulang bekerja sekitar pukul 16.00-17.30. Khusus Minggu, pengelolaan bisa dilakukan pagi mulai pukul 08.00. ‘’Jadi, plant shop ini khusus sedekah,’’ ungkapnya.

Semakin hari, tanaman hias milik pasutri ini kian digemari. Bahkan, ada yang memborong hingga 15 tanaman hias sekali beli. Untuk mencegah kerumunan, pasutri ini menjalankan sistem takeaway. Pelanggan cukup melihat varian tanaman yang ready stock lewat Instagram. ‘’Jadi, pas ke rumah tinggal ambil dan bayar,’’ terangnya.

Mengembangkan tanaman hias sejatinya tidaklah sulit. Kuncinya sabar dan telaten. Pasutri ini belajar secara otodidak. Perlahan mulai mengenali karakter tanaman, hingga nama dan ordo. Tak jarang pula menggali referensi dari berbagai media. Termasuk utak-atik varian baru, meski tak jarang layu hingga mati sebelum berkembang. ‘’Justru dari situlah kami dapat ilmu baru,’’ papar perempuan 31 tahun itu.

Dovi menambahkan, saat ini koleksi tanaman hiasnya sudah ratusan. Harga tanaman dibanderol variatif, mulai Rp 20 ribu sampai Rp 4 juta. Dia mengingatkan, merawat tanaman tak boleh asal-asalan. ‘’Tanaman itu ada yang manja dan ada yang gampangan. Karakternya beragam,’’ tutur warga Jalan Purnama Sari, Rejomulyo, Kartoharjo, itu.

Pasutri ini tak pernah pelit ilmu. Keduanya selalu menyambut dengan tangan terbuka siapa saja yang ingin konsultasi seputar tanaman. Tak dipungut biaya alias gratis. Prinsipnya, mereka berbagi kebahagiaan lewat tanaman. ‘’Kebanyakan pembeli tanya-tanya seputar pengembangan tanaman yang dibelinya,’’ ujarnya. * (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button