Ponorogo

Double Track Terbentur Anggaran

Masih Dievaluasi Pemprov, Sekolah Diminta Mandiri

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sistem pembelajaran double track SMAN di Ponorogo dievaluasi. Langkah itu diambil Pemprov Jatim lantaran besarnya biaya modal sekolah penyelenggara sistem tersebut. Sekolah negeri didorong bisa menerapkan sistem itu tanpa bergantung bantuan pemprov. ‘’Harapannya, pemerintah ingin sekolah bisa mandiri,’’ kata Kasi SMAN Cabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Zamroni Jumat (21/2).

Sistem pembelajaran double track menitikberatkan pada pembekalan keterampilan siswa SMAN. Sehingga, ketika lulus tidak hanya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Namun, yang ingin langsung bekerja sudah punya bekal keterampilan yang diklaim tak kalah dari SMKN. ‘’Ketika lulus, siswa juga mendapat sertifikat sebagai bukti keterampilannya,’’ ujarnya.

Saat ini, dari 16 SMAN di Ponorogo, 13 lembaga menyelenggarakan sistem double track. Tiga SMAN di kecamatan kota tidak menyelenggarakan sistem seluruhnya. Zamroni menyebut, tahun ini lima lembaga usul menyelenggarakan pembelajaran tersebut. Terdiri tiga SMA swasta dan dua SMAN di kecamatan kota. ‘’Tapi, mereka diarahkan untuk mandiri,’’ tuturnya.

Pasalnya, anggaran yang harus disiapkan pemprov tidak sedikit. Setiap SMAN penyelenggara double track dijatah Rp 100 juta setahun untuk modal. Sehingga, di Ponorogo saja, pemprov harus mengalokasikan Rp 1,3 miliar per tahun untuk 13 sekolah. ‘’Terbentur anggaran, sekolah dianjurkan mandiri,’’ kata Zamroni.

Menurut dia, penyelenggaraan secara mandiri tidak sulit. Sekolah hanya perlu bekerja sama dengan lembaga atau perguruan tinggi yang ditunjuk pemprov sebagai penjamin sertifikasi para siswa. Pemprov telah menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. ‘’Sebenarnya, sistem ini solusi bagi sekolah pinggiran untuk mencukupi pagunya. Data kami, 60 persen lulusan sekolah double track langsung bekerja,’’ ungkapnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button