AdvertorialNgawiPendidikan

Dongkrak Nilai Uji Kompetensi, Bebaskan Guru dari Gagap Teknologi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Peningkatan kualitas pendidikan selalu diupayakan Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi. Salah satunya dengan menggenjot kompetensi guru. Terutama guru yang kurang menguasai teknologi. ”Meningkatnya kualitas pendidikan itu ada beberapa ukuran. Salah satunya nilai rata-rata uji kompetensi guru,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Ngawi Muhamad Taufiq Agus Susanto.

Taufiq mengungkapkan, dindik menjalankan tugas sesuai rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) bupati. Salah satunya mengangkat indeks pembangunan manusia (IPM). Ada tiga komponen yang menjadi bagian IPM. Satu di antaranya indeks pendidikan yang menjadi tanggung jawab dinasnya. ‘’Dari tugas itu dibuat renstra (rencana strategis, Red). Salah satunya upaya meningkatkan kualitas pendidikan,’’ ujarnya.

Kualitas pendidikan diukur melalui beberapa hal. Pertama, angka partisipasi murni. Yakni, jumlah anak usia sekolah yang bisa bersekolah. Angka partisipasi murni di Ngawi diklaimnya sudah seratus persen. Kedua, peningkatan nilai rata-rata hasil ujian nasional siswa. Sedangkan yang terakhir nilai rata-rata uji kompetensi guru. ‘’Dan itu yang akan kami genjot terus ke depan,’’ imbuh Taufiq.

Kompetensi guru diakuinya secara rata-rata nilainya masih kurang. Tak heran jika upaya peningkatan nilai rata-ratanya bakal diutamakan. Semua guru nantinya harus mampu memanfaatkan teknologi yang ada. Termasuk beragam aplikasi pembelajaran yang ada dan disediakan Dindik Ngawi. ‘’Kami dorong mereka belajar ke sana (pemanfaatan teknologi, Red),’’ tuturnya.

Di samping itu, semua guru diwajibkannya meningkatkan nilai rata-rata uji kompetensi. Harapannya, hasil pembelajaran untuk anak didik juga ikut meningkat. Semangat itu selalu diberikan semenjak Taufiq menjabat. ‘’Kami pahamkan terkait kinerja dan target yang ingin dicapai,’’ katanya.

Diakuinya banyak guru senior yang gagap teknologi lantaran usia. Meski begitu, pihaknya tidak lantas pasrah. Dindik bakal terus mendorong para guru tersebut untuk meng-upgrade kemampuannya. Terutama memahami dan menguasai teknologi. Khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran. Baik melalui pelatihan formal maupun informal. ‘’Intinya, secara kuantitas kan sudah (terpenuhi). Sekarang kualitasnya yang harus ditingkatkan,’’ pungkasnya. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close