Ponorogo

Dokter Spesialis Zonk Pelamar

‘’Ini persoalan nasional, juga dialami banyak daerah lain.’’ Winarko Arief, Kepala BKPPD Ponorogo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemkab Ponorogo kesulitan merekrut dokter spesialis. Dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 ini ada enam formasi dokter spesialis. Namun, pelamarnya zonk.

Padahal, syarat usia sudah ditinggikan untuk mengakomodasi lebih banyak peminat. ‘’Ini persoalan nasional, juga dialami banyak daerah lain,’’ kata Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Ponorogo Winarko Arief Selasa (3/12).

Enam formasi dokter yang sepi peminat itu adalah spesialis anak, anestesi, penyakit dalam, mata, radiologi, dan telinga hidung tenggorokan (THT). Syarat indeks prestasi kumulatif (IPK) secara umum juga diturunkan dari tahun lalu, yakni 2,75.

Persyaratan usia tahun lalu maksimal 30 tahun. Sedangkan tahun ini 40 tahun. ‘’Karena menempuh pendidikan spesialis itu juga memakan waktu tidak sebentar bagi seorang dokter,’’ ujarnya.

Winarko memperkirakan, sepinya peminat formasi dokter spesialis itu lantaran jumlah tenaganya memang sedikit. Banyak daerah lain, kata dia, juga membuka formasi dokter spesialis. Sehingga, kebutuhan tinggi namun tenaga yang tersedia terbatas. ‘’Di banyak daerah, ketersediaan dokter spesialis memang belum tercukupi,’’ terangnya.

Selain dokter spesialis, sejumlah formasi lain juga sepi peminat. Guru kelas misalnya. Kendati jumlah pelamarnya mencapai ribuan, tapi salah satu sekolah ada yang kosong pelamar. Pun jalur penyandang disabilitas maupun jalur cum laude.

Namun, Pemkab Ponorogo masih bisa memutar otak untuk mengisi kekosongan formasi selain dokter spesialis tersebut. ‘’Kalau guru kelas, bisa diisi yang lolos tahap pertama. Tapi, kalau dokter spesialis belum ada solusinya,’’ tandasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button