features

Dokter Daeng Azari Vaksinator Perdana Kota Madiun

’’Alhamdulillah Saya Tidak Tremor’’

Daeng Fahryanzi Azari menjadi vaksinator yang menyuntik 17 tokoh yang masuk barisan pertama vaksinasi perdana di Kota Madiun kemarin. Dokter umum Puskesmas Tawangrejo itu dipercaya menyuntik satu per satu lengan wali kota beserta jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan tokoh masyarakat.

NUR WACHID, Jawa Pos Radar Madiun

KEPADA setiap orang yang dipegang lengannya, dokter berkacamata itu mengingatkan untuk rileks. Termasuk saat menyuntik wali kota yang duduk di meja tiga. ‘’Bangga. Berkesempatan mendapat pengalaman pertama menyuntikkan vaksin. Benar-benar excited,’’ kata Dokter Daeng.
Sejatinya kebangaan itu telah dia rasakan sehari sebelumnya. Saat seorang petugas dari Dinkes-PPKB Kota Madiun menghubunginya pukul 12.00, Selasa (26/1). Seolah tidak percaya saat dikabari dirinyalah yang ditunjuk menjadi vaksinator vaksinasi perdana di kota ini. ‘’Setiap hari memang tugas saya menyuntik pasien, tapi kali ini yang disuntikkan vaksin Covid-19. Jadi, terasa berbeda,’’ ujarnya.

Sebelum menyuntikkan dosis vaksin ke wali kota, Daeng mengaku sempat deg-degan. Selain menjadi vaksinator pertama, banyak kamera awak media menyoroti kinerjanya. ‘’Sempat grogi banyak kamera, saya nggak terbiasa begitu. Tapi tetap fokus dan jalankan tugas sesuai ilmu yang didapat dari pelatihan,’’ ungkap jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Jakarta 2015 silam itu.

Setelah mengenakan sarung tangan, Daeng mulai menyingkap lengan baju tiap pejabat yang divaksinnya. Kemudian membersihkan titik sasaran jarum suntik dengan kapas alkohol. Seorang asisten berjalan ke arahnya membawakan suntikan berisi vaksin Sinovac. Lantas menyuntikkan satu vial dosis vaksin berisi 0,5 mililiter di otot deltoid bagian atas di lengan kiri wali kota. Penyuntikan dilakukan secara intramuskular 90 derajat. Setelah itu dipakaikan plester khusus dilengkapi kasa setelah penyuntikan sesuai standard operating procedure (SOP). ‘’Alhamdulillah saya tidak tremor,’’ tuturnya lega.

Langkah-langkah penyuntikan itu sesuai yang dia dapatkan saat pelatihan Kemenkes, tiga hari November 2020. Saat ini ada 12 vaksinator di kota ini yang telah mengikuti pelatihan. Jumlah itu bakal ditambah dan diikutkan pelatihan bertahap hingga Maret mendatang. ‘’Tidak ada persiapan khusus. Cuma lebih ke persiapan mental. Saya siap menjalankan tugas kemanusiaan ini tanpa membeda-bedakan pasien atau sasaran vaksin,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button