Magetan

DLH Sebut Limbah Kulit yang Dibuang ke Kali Gandong Ada Kandungan Krom

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – DLH kembali ’’menyerang’’ UPT Produk Kulit dan Industri Kulit Magetan dan CV Carma Wira Jatim. Setelah mengklaim bahwa UPT dan BUMD milik pemprov itu tak memiliki izin pembuangan limbah cair (IPLC) ke Kali Gandong, DLH menyebut limbah yang dibuang ke kali itu di atas baku mutu. ‘’Bisa berdampak pada keseimbangan ekosistem sungai,’’ kata Plt Kepala DLH Magetan Saif Muchlissun Rabu (9/10).

Muchlis –sapaan akrab Saif Muchlissun- menuturkan, pada Juni lalu pihaknya melakukan pengujian sampel limbah kulit di laboratorium Mojokerto. Hasilnya baru keluar pada Selasa lalu (8/10). ‘’Tapi, belum diserahkan secara resmi. Kami baru mendapatkan via pesan WhatsApp,’’ ujarnya.

Dia menyebut, hasil uji laboratorium itu cukup mencengangkan. Sebab, diketahui terdapat kandungan krom serta limbah minyak dan lemak. ‘’Sebenarnya itu yang lebih berbahaya daripada bau yang dikeluhkan warga,’’ tutur Muchlis.

Namun, Muchlis mengaku heran kenapa hasil uji laboratorium yang disodorkan UPT Produk Kulit dan Industri Kulit Magetan dan CV Carma Wira Jatim selalu bagus. ‘’Di Jatim, hanya laboratorium Mojokerto dan Tuban yang sudah terakreditasi. Mestinya, jika mereka mengujikan limbahnya di laboratorium tersebut hasilnya akan sama dengan kami,’’ bebernya.

Plt Kepala UPT Produk Kulit dan Industri Kulit Magetan Maryadi mengatakan, seharusnya DLH mengajak pihaknya saat mengambil sampel limbah. Mulai limbah pada inlet, outlet, hingga air sungai yang belum dan sudah bercampur limbah. ‘’Kalau ambil mestinya bareng dengan kami supaya tidak ada dusta di antara kita,’’ ucapnya.

Sementara itu, penanggung jawab CV Carma Wira Jatim Pujo Purwanto menyebut produk kulit di pabriknya kategori setengah jadi. Pun, dalam prosesnya tidak menggunakan krom. Karena itu, jika hasil uji lab yang dilakukan DLH menunjukkan adanya kandungan krom di atas baku mutu, dia memastikan bukan berasal dari pabriknya. ‘’Hasil uji lab kami selama ini juga asli, bukan manipulasi,’’ tegasnya.

Pujo mengaku juga mengujikan limbahnya pada 30 Juni lalu di laboratorium Mojokerto. Hasilnya, kata dia, di bawah baku mutu semua. ‘’Untuk hasil uji lab yang diambil DLH kami belum mendapat tembusannya. Jadi, tidak tahu kandungannya,’’ ujar Pujo. (bel/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button