AdvertorialMagetan

DLH Magetan Selangkah Lagi Siapkan Pengganti TPA Milangasri

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Proses negosiasi pengadaan lahan untuk tempat pemrosesan akhir (TPA) berjalan mulus. Pemilik lahan menyetujui harga yang ditawarkan oleh tim appraisal. Tim yang digandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan menafsirkan harga lahan. Dengan begitu, lahan seluas tak kurang dari 4,5 hektare itu bakal menjadi aset Pemkab Magetan. Pun selanjutnya difungsikan sebagai pengganti TPA Milangasri, Panekan. ‘’Alhamdulillah sudah klir. Masyarakat setuju,’’ kata pelaksana tugas (Plt) Kepala DLH Magetan Saif Muchlissun.

Duit pembayaran itu bakal ditransfer kepada para pemilik lahan sesuai kesepakatan dalam waktu dekat. Muchlis memastikan duit dengan nilai total hingga Rp 8 miliar itu sudah diterima oleh para pemilik lahan sebelum tutup tahun. Sehingga, tahun depan dia bisa segera menyertifikatkan lahan tersebut menjadi atas nama Pemkab Magetan. Selanjutnya diikuti pembuatan detail engineering design (DED) pembangunan TPA dengan sistem sanitary landfill. ‘’Sudah kami susun rencana kegiatan untuk tahun depan,’’ ujarnya.

Selain itu, Muchlis bakal mendorong pemerintah pusat ambil bagian menganggarkan pembangunan TPA. Sebab, keuangan Pemkab Magetan tak akan mampu untuk membiayainya. Untuk membangunnya membutuhkan dana hingga Rp 50 miliar. Muchlis masih belum mengetahui sumber dana yang akan diberikan kepadanya. Dia akan mengajukannya kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). ‘’Belum tahu sumber dananya, tapi akan kami upayakan. Kami akan push pusat supaya dianggarkan,’’ tuturnya.

Berbagai persyaratan untuk pengajuan ke pemerintah pusat itu sudah satu per satu dia lengkapi saat ini. Dokumen upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL) sudah diterbitkan oleh Pelayanan dan Perizinan Terpadu (P2T) Pemprov Jatim. Dokumen tersebut dia kerjakan bersama Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta. ‘’Sempat ada perbaikan, tapi langsung kami lengkapi. Sekarang sudah diterbitkan,’’ paparnya.

Pengelolaan sampah di TPA baru nanti disebutnya bakal lebih maju ketimbang TPA yang sekarang. Pasalnya, sebelumnya menggunakan sistem controlled landfill. Namun, potensi sampah menurutnya juga akan mengalami peningkatan. Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Dengan jumlah penduduk Magetan sekitar 684.053 jiwa saat ini, potensi sampah per harinya mencapai 300 ton. Untuk itu masyarakat perlu mengelola sampahnya sebelum dibuang ke TPA. Dipilah mana yang bisa digunakan lagi. ‘’Setiap tahun mengalami peningkatan produksi sampah. Potensinya 0,4 dikalikan jumlah penduduk,’’ terangnya. (bel/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close