Magetan

DLH Magetan Ajak Warga Rawat Hutan Jelok

MAGETAN – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Saif Muchlissun menganulir pernyataannya. Menurutnya, tidak ada alih fungsi dari kegiatan warga sekitar hutan Jelok. Masuknya karang taruna Bulukerto, forum hutan kota, dan divisi panahan di kawasan hutan itu tak lain hanya sekadar berpartisipasi menjaga kondisi hutan. ‘’Kami ajak para pemerhati disana untuk ikut berpasrtisipasi. Rumangsa melu handarbeni,’’ terang Kepala DLH Kabupaten Magetan Saif Muchlissun Kamis (9/5).

Dia mengaku memang membutuhkan banyak masukan dalam menjadikan hutan Jelok sebagai taman tematik. Termasuk di antaranya dari warga setempat dan komunitas. Selanjutnya masukan dari mereka bakal jadi bahan pertimbangan. ‘’Kami ajak mereka untuk berfikir dan diskusi bersama,’’ katanya.

Namun demikian, Muchlis tak menampik bahwa konsep hutan tematik di hutan jelok tersebut belum disusun. Persoalannya karena memang tidak adanya anggaran. Meski begitu, dia bakal membuat usulan detail engineering design (DED) tersebut tahun depan. ‘’Sekarang masih pada tahap kajian,’’ ujar mantan kabag humas dan protokol itu.

Dijelaskannya, konsep hutan tematik tidak akan sampai merubah fungsi hutan Jelok. Sebaliknya, konsep tersebut bagian dari penataan kawasan hutan. ‘’Kalau bisa pohon disana harus ditambah. Yang sekarang ada itu masih kecil-kecil,’’ jelas Muchlis.

Sebagai upaya percepatan, Muchlis mengatakan penyusunan DED hutan Jelok bakal dibarengkan dengan 11 hutan lainnya. Tapi, itu semua masih sebatas rencana. Karena program itu bergantung dari kekuatan anggaran yang ada. Namun, yang pasti bahwa keberadaan hutan Jelok itu akan menjadi prioritas dan pilot project dalam pengembangan hutan kota. ‘’Tahun ini belum ada kegiatan. Akan mulai terlihat tahun 2020,’’ terangnya. (bel/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close