Mejayan

DLH Kabupaten Madiun Kembangkan Tujuh RTH Lama

Tahun 2020 Tidak Ada yang Baru

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Tidak akan ada ruang terbuka hijau (RTH) baru di Kabupaten Madiun tahun depan. Dinas lingkungan hidup (DLH) setempat hanya memprioritaskan peningkatan fasilitas publik. Rencana itu telah diusulkan dalam APBD 2020. ‘’Fokusnya mengembangkan RTH yang sudah ada,’’ kata Kabid Pertamanan DLH Kabupaten Madiun Tjuk Kusumo.

Tjuk menyebut, tujuh RTH berupa lapangan yang bakal dikembangkan terbagi dua. Lima di antaranya hasil pembangunan tahun ini. Yakni, di Kelurahan/Kecamatan Mejayan; Desa Nglames, Madiun; Kelurahan Munggut, Wungu; Kelurahan/Kecamatan Wungu; dan Kelurahan Mlilir, Dolopo.

Dua sisanya Kelurahan Mojopurno, Wungu, dan Kelurahan Bangunsari, Dolopo. ‘’Mojopurno penambahan RTH dari PAK (perubahan anggaran keuangan, Red) 2019 dan Bangunsari pembangunan dua tahun lalu,’’ ujarnya.

Lima RTH anyar itu masih berupa bangunan pokok. Seperti jogging track, kamar mandi, dan tanaman hias. DLH bakal melengkapinya dengan fasilitas permainan anak dan lampu penerangan. Kegiatan yang sama untuk Mojopurno yang sebelumnya sudah dilengkapi lapangan voli. Sedangkan RTH Bangunsari menambah kamar mandi. ‘’Ketika dibangun DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang, Red) belum ada kamar mandi. Tapi, untuk mainan anak, sudah ada,’’ paparnya.

Tjuk menyebut, estimasi dana untuk merealisasikan pengembangan tujuh RTH itu sekitar Rp 2,5 miliar. Semua bersumber dari APBD. Dia berharap tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan badan anggaran (banggar) DPRD menyetujuinya. ‘’Pengembangan sudah pasti, tapi rancangan APBD masih dibahas dan belum digedok,’’ bebernya.

Peningkatan fasilitas RTH sesuai rencana strategis (renstra) lembaganya. Selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2019–2024. Perihal penambahan RTH baru, DLH belum bisa mengakomodasi. Namun, kegiatan tersebut bisa dijalankan masing-masing pemerintah desa (pemdes). ‘’Diambilkan dari APBDes,’’ kata Tjuk.

Dia menyebut, pemdes bisa membangun RTH secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran. Cara itu lebih bagus karena sekaligus memudahkan pengelolaan. Pemdes bisa langsung meng-handle pemeliharaan dan operasionalnya. ‘’Contohnya, lapangan Jiwan,’’ sebutnya. (cor/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button